Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Kejaksaan Belum Putuskan PK Kasus Akbar
06 Pebruari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kejaksaan Agung belum memutuskan untuk mengajukan Peninjauan Kembali (PK) jika kasasi yang diajukan Akbar Tandjung, terdakwa kasus korupsi dana nonbujeter Bulog senilai Rp 40 miliar diterima oleh Mahkamah Agung (MA).

Kejaksaan masih menunggu putusan kasasi MA yang menurut rencana akan diumumkan 12 Februari yang akan datang.

“Terhadap kasus Akbar Tandjung, apapun putusan MA kita tetap menghormatinya, jadi kita lihat dulu putusannya,” kata Kemas Yahya Rahman, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung kepada Tempo News Room, Jumat (6/2).

Hari ini sempat beredar berita bahwa Kejaksaan Agung akan mengajukan PK jika Akbar Tandjung bebas atau kasasinya diterima Mahkamah Agung. “Berita itu salah tulis, karena Kejaksaan Agung belum bisa berandai-andai dan belum menentukan sikap. Kami masih menunggu putusannya,” ujar Yahya.

Yahya menjelaskan, secara normatif dalam KUHAP diatur bahwa terhadap putusan kasasi yang telah berkekuatan hukum tetap (kecuali putusan bebas), upaya hukum yang bisa dilakukan adalah dengan mengajukan PK atau grasi. “Yang berhak mengajukan itu hanya terpidananya atau ahli warisnya,” katanya.

Dalam KUHAP, kata Yahya, tidak diatur bahwa jaksa bisa mengajukan PK. “Tapi dalam prakteknya, pernah terjadi jaksa mengajukan PK seperti dalam kasus Muhtar Pakpahan, dan ternyata PK itu diterima,” katanya. Namun untuk kasus Akbar, pihaknya belum menentukan sikap.

Untuk mengajukan PK, kata Yahya, salah satu syaratnya adalah adanya bukti-bukti baru atau novum. Dalam kasus Akbar, apakah Kejaksaan sudah menyiapkan novum? “Novum itu tidak perlu disiapkan, karena kami masih yakin dengan tuntutan kami,” ujarnya.

Dimas - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Fahmi: Bila Bebas, Akbar Memenangkan Konvensi
Wapres: Penundaan Putusan Kasasi Akbar Tak Masalah
Mahasiswa Kembali Datangi Mahkamah Agung
Bagir: Putusan Kasasi Akbar Dibacakan 12 Februari
Gokar DIY Sesalkan Penundaan Putusan Akbar Tandjung

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data