Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Massa Datangi Kontras dan PBHI
06 Pebruari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekitar 60 orang yang menggunakan tiga Metro Mini 79 mendatangi Kontras, Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI), dan Imparsial, Jumat (6/2), sejak pukul 11.00 WIB. Mereka dipimpin oleh Taufik dari Lembaga Sumber Daya Masyarakat Pesisir Tangerang.

Mereka bergerak pertama kali ke kantor Kontras, kemudian dilanjutkan ke kantor PBHI dan Imparsial. Saat di kantor Kontras mereka melakukan orasi dan happening art yang intinya menolak LSM karena telah dimasuki oleh kaum kapitalis.

"Calo-calo pribumi menjadi bagian terpenting yang tidak bisa terlepas dari program ekspansi pihak-pihak asing dan LSM telah disusupi oleh kaum kapitalis," kata salah seorang pendemo.

Mereka juga menuntut agar LSM harus adil dan objektif dalam penegakan HAM serta menolak segala bentuk campur tangan asing. "HAM jangan dijadikan alat politik dan perpanjangan tangan pihak asing," kata salah seorang orator. Mereka juga meneriakan yel-yel "Jangan menjual bangsa Indonesia".

Taufik mengatakan bahwa tujuan dari demo ini adalah karena mereka melihat selama ini LSM merasa benar sendiri. "Kami peduli kepada bangsa, maka kami merasa kasihan pada bapak-bapak militer yang selalu diobok-obok," kata Taufik.

Mengenai pilihan mengapa mereka melakukan demo pada tiga LSM ini, Taufik menganggap karena tiga LSM inilah yang banyak dikenal oleh masyarakat.

Di Imparsial mereka tidak dapat masuk ke dalam halaman. Mereka hanya melakukan demo di luar sehingga menghalangi jalan dan terjadi kemacetan. Hanya satu jalur mobil yang bisa jalan. Selama mereka melakukan demo dikawal oleh para anggota kepolisian.

Di PBHI, menurut Taufik, mereka ditemui oleh Hendardi dan Basir Bahuga, namun tidak ada dialog. "Kami tidak berdialog karena kami hanya bermaksud menyuarakan aspirasi saja," katanya. Beberapa spanduk yang mereka bawa diantaranya berbunyi, "Di Mana Letak Keadilan HAM", "Jangan Jual Negeri Ini untuk Kepentingan Pribadi".

Basir Bahuga, Divisi Hukum dari PBHI, mengatakan sangat menyayangkan aksi ini karena tidak jelas apa muara dari demo ini. Dia menambahkan, tadi juga meskipun ada Hendardi mereka tidak meminta dialog.

Muhamad Fasabeni - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Karyawan Pabrik Plywood Demo ke Kantor Gubernur
Massa KPI Berunjuk Rasa di PN Jakarta Pusat
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Minta Menteri Agama Mundur
Petani Karawang Tuntut Tanahnya Kembali
Ratusan Petani Demo Di Departemen Kehutanan

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data