Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Depdagri Minta Daerah Membuat Kotak Suara Sendiri
06 Pebruari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta: Departemen Dalam Negeri telah mengirimkan surat edaran ke daerah-daerah terpencil untuk mengantisipasi keterlambatan kotak suara pemilu di daerah itu. Mereka diperintahkan membuat kotak suara sendiri, meski tidak sama bentuknya dengan buatan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hal itu dikatakan Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno di Istana Negara, Jakarta, Jumat (6/2).

Alasan Mendagri untuk meminta daerah berjaga-jaga membuat kota suara, karena pembuatan kotak itu relatif lebih sulit dibandingkan surat suara. Sehingga, apabila pengadaannya terlambat, sudah tersedia cadangan, meski sederhana dari triplek.

Mendagri menepis kekhawatiran terjadinya manipulasi bila kotak itu dibuat sendiri oleh daerah. “Apanya yang dimanipulasi? Yang pentingkan surat suaranya, dan bisa dipertanggungjawabkan,” kata dia dengan nada tinggi. Surat suara, kata dia, sulit dimodifikasi karena pembutannya terpusat.

Menanggapi soal rencana cadangan pemilu, Mendagri mengatakan, hal tersebut bisa saja dilakukan tapi tidak untuk keseluruhan program pemilu. Menurut Mendagri, rencana darurat hanya diterapkan jika kelangsungan hajat pemilu di suatu daerah terancam tidak bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Nah, untuk membantu mengatasinya, akan dikerahkan angkatan udara, angkatan laut dan semua sistem transportasi agar distribusi kotak suara, misalnya, bisa tepat waktu. "Itu namanya rencana kontingensi," katanya.

Rencana kontigensi ini awalnya dikemukakan Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) di DPR awal pekan lalu. Mereka menilai hal itu perlu dipikirkan mengingat banyaknya persoalan yang mucul diseputar persiapan pemilu. Menteri Koordinator Bidang Polkam Susilo Bambang Yudhoyono, kemarin mengatakan hal itu sudah dipikirkan pemerintah. Namun, pemerintah masih akan merumuskannya lebih lanjut dengan mengundang KPU dan panitia pengawas pemilu (Panwaslu), pekan depan.

Deddy Sinaga - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

KPU akan Bertemu 18 Perusahaan Percetakan
Pemerintah Siapkan Contingency Plan Pemilu 2004
Tarmizi Adukan Jaringan Mahasiswa ke Polisi
Caleg Perempuan di Solo Tanda Tangani Kontrak Politik
Caleg PDIP Bali Jadi Tersangka

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data