Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

97 Persen Masyarakat Jakarta Tahu Bahaya Narkoba
05 Pebruari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sekitar 97 persen masyarakat Jakarta tahu bahaya narkoba, namun semangat memeranginya sangat minim. Sementara itu, 1 dari 10 keluarga di Jakarta terancam bahaya narkoba, dan 20 persen diantaranya masih terlibat narkoba hingga sekarang. Demikian hasil penelitian Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) yang disampaikan kepada wartawan di Hotel Ciputra, Jakarta, Kamis (5/2).

Berdasarkan penelitian yang dilakukan sejak Mei-Oktober 2003 lalu diketahui, rata-rata pecandu narkoba berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Hampir 60 persennya adalah keluarga yang berpenghasilan di bawah Rp 500 ribu. "Berdasarkan hasil penelitian kami, banyak masyarakat bawah yang terjebak narkoba. Bahkan untuk meningkatkan taraf hidup, mereka kemudian menjadi bandar narkoba," ujar Maria Elizabeth, Survey Officer YCAB. Maria juga mengatakan, sekarang ini banyak ibu-ibu yang menjadi bandar narkoba demi memenuhi kebutuhan hidupnya.

"Narkoba ini adalah isu dunia. Kita harus bersama-sama mencegahnya," ujar Veronica Colundom, Ketua YCAB. Ia mengatakan selama ini masyarakat hanya tahu bahaya narkoba tapi tidak ada tindakan untuk mencegahnya. Padahal, masalah narkoba ini tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Inti kampanye yang sedang digalang YCAB sendiri adalah untuk mempersiapkan secara mental dan rasional anak-anak usia muda supaya tidak mudah terjebak dalam narkoba.

Hasil penelitian lain yang menarik untuk disimak dalam laporan ini adalah ditemukannya pecandu yang sudah mulai menggunakan narkoba sejak usia 9 tahun. Bahkan ada yang sudah menggunakan narkoba sejak 7 tahun. "Saya pernah menemukan ada anak umur 7 tahun yang menggunakan narkoba," ujar Taufik Savalas dalam tayangan video yang diputar dalam acara tersebut. Ini hanya menegaskan, betapa masalah narkoba adalah masalah yang serius untuk ditanggulangi.

Wakil Ketua Bidang YCAB, Iskandar Hukom, juga menjelaskan ada beberapa faktor risiko yang memungkinkan seseorang terlibat dalam narkoba. Pertama, dari diri sendiri. Hal ini bisa karena prestasi sekolah yang terus menurun, selalu merasa sendiri, pernah mabuk berat dan merokok. Iskandar mengatakan bahwa rokok adalah jembatan untuk calon pecandu narkoba.

Kedua, dari teman atau lingkungan sosial. Lingkungan memang memberikan dampak yang cukup besar dalam masalah narkoba ini. Misalnya saja, dari teman yang merokok, peminum, pengkonsumsi narkoba, jarang olahraga. Faktor ketiga adalah keluarga. Kebanyakan diantara para pecandu narkoba mempunyai hubungan yang biasa-biasa saja dengan orang tuanya. Mereka jarang menghabiskan waktu luang dan bercanda dengan orang tuanya.

Sementara itu, usia yang rentan terhadap penyalahgunaan narkoba adalah usia remaja, berkisar 15-20 tahun. Di usia tersebut, mereka masih labil, dan masih senang mencoba-coba. Data yang berhasil dihimpun YCAB, ditemukan fakta bahwa 1 dari 5 orang yang pernah terlibat narkoba akan menjadi pecandu. Dan itu dimulai dari hasil coba-coba.

Responden dari penelitian ini adalah warga yang berada di 90 kelurahan yang ada di seluruh wilayah DKI Jakarta (atau 33 persen dari kelurahan jumlah total kelurahan yang di Jakarta), yang dipilih secara acak. Responden berusia 17-55 tahun, tingkat pendidikan belum sekolah hingga S-2 dan melibatkan 3824 kepala keluarga (KK). Keluarga-keluarga tersebut dibedakan antara keluarga pecandu dan keluarga bukan pecandu.

Penyebaran narkoba sendiri hampir merata di seluruh wilayah DKI Jakarta, antara lain Jakarta Utara (15 persen), Jakarta Selatan (20 persen), Jakarta Barat (17 persen), Jakarta Pusat (23 persen) dan Jakarta Timur (20 persen). Dari data tersebut juga terungkap, 23 persen pecandu kebanyakan berada di wilayah Jakarta Pusat. Sedangkan wilayah Jakarta Selatan tercatat sebagai wilayah yang paling rendah jumlah pecandunya, yaitu 16 persen.

Yang memprihatinkan dari data penelitian ini adalah 84 persen masyarakat Jakarta tidak tahu tentang target pemerintah tentang Indonesia bebas narkoba 2015. Padahal target tersebut direncanakan badan dunia (PBB) untuk Indonesia. Padahal, seperti dikatakan Farhan, Jakarta adalah barometer penduduk Indonesia.

Selain mengumumkan hasil penelitian, YCAB juga akan mengadakan Journalism Award II yang akan berlangsung Juni. Menurut Veronica, alasan diadakannya penghargaan ini adalah karena ia melihat selama ini pemberitaan media massa tentang narkoba hanya menjelaskan sisi hukumnya saja, bukan sisi pencegahannya. "Wartawan selama ini hanya menulis segi hukum kasus narkoba, bagaimana memutus rantai suplai. Padahal penting juga untuk memutus rantai demand, yaitu dengan cara menyebarluaskan pencegahan narkoba," kata Veronica. Veronica berharap wartawan bisa mensosialisasikan pencegahan narkoba kepada masyarakat karena media massa punya kekuatan untuk menggalang opini publik. Journalism Award terbagi dalam empat kategori, yaitu straight news, feature, karikatur dan foto, dan memperebutkan total hadiah Rp 210 juta.

Ratih - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data