Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Tarmizi Adukan Jaringan Mahasiswa ke Polisi
05 Pebruari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta: Mantan Menteri Agama Tarmizi Taher hari ini, Kamis (5/2) mengadukan Jaringan Aksi Mahasiswa Jakarta (JAMJ) karena pencemaran nama baik ke Polda Metro Jaya. Tarmizi merasa dizalimi karena dituduh sebagai salah satu politisi busuk dalam daftar yang dikeluarkan JAMJ beberapa waktu lalu.

Ia juga menganggap, gerakan murni mahasiswa telah ditumpangi oleh kepentingan segelintir orang yang mencari keuntungan. "Saya akan buktikan bahwa saya tidak bermasalah. Selama ini saya hidup dirumah kaca, tidak mengenal apa itu korupsi dan kolusi," kata Tarmizi kepada wartawan di Polda Metro Jaya.

Pada 15 Januari lalu, JAMJ mengumumkan 70 orang yang masuk daftar politikus busuk. Salah seorang dari daftar itu, pada urutan ke-13 adalah Tarmizi Taher.

Tarmizi datang ke Polda Metro Jaya dengan mobil Land Rover biru tua dengan nomor polisi B 2864 DT, sekitar pukul 11.15 WIB. Dia didampingi oleh lima orang pengacara dari kantor bantuan hukum Al Azhar. Mereka akan melaporkan Jaringan Aksi dan juru bicaranya, Dodi, dengan tuduhan telah melakukan pencemaran nama baik.

Menurut Tarmizi, para mahasiswa tidak mempunyai bukti kuat menuduh dirinya sebagai politisi busuk. Karena, kata dia, ketika dimintai konfirmasi para mahasiswa tersebut tidak dapat menjelaskan alasan jelas mengenai tudingan tersebut. "Ini negara hukum, karena itu mari dibuktikan ke pengadilan siapa yang benar saya atau mereka," katanya. Ia juga mengingatkan, bahwa mahasiswa bukanlah superbodi yang bisa berbicara apa saja tanpa fakta. "Saya pendidik, jadi saya harus membetulkan kesalahan anak-anak kita, mahasiswa," katanya.

Dia menilai gerakan mahasiswa sekarang ini telah dibelokkan oleh segelintir mahasiswa dengan kriteria tidak jelas dan bias serta telah ditumpangi segelintir orang yang mencari keuntungan. "Harusnya mahasiswa tidak sembarang menuding orang. Masa mahasiswa yang lagi belajar menuduh intelektual K. Tarmizi Taher bermasalah. Bingungkan? Kalau menyebut nama yang diluar saya, itu silakan saja. Itu urusan mereka sendiri," katanya.

Putri Alfarini - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Caleg Perempuan di Solo Tanda Tangani Kontrak Politik
Caleg PDIP Bali Jadi Tersangka
KPU Tunjuk 18 Percetakan
ICW: Gerakan Anti-Politisi Busuk Jangan Elitis
Pemerintah Dukung Sosialisasi Pemilu

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data