|
Nasional
Penggunaan Sabuk Pengaman Masih Rendah
05 Pebruari 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta: Penggunaan sabuk pengaman pada pengemudi dan penumpang mobil masih rendah. Untuk itulah, sosialisasi penggunaan sabuk pengaman dan faktor-faktor pendukung keselamatan juga terus ditingkatkan. Demikian diungkapkan oleh Menteri Perhubungan Agum Gumelar pada sosialisasi sabuk pengaman di kantornya, Kamis (5/2).
Menurut Agum, pengemudi mobil yang terbilang rendah yang menaati peraturan lalu lintas yang menetapkan penggunaan sabuk pengaman di jalan. Padahal, sesuai UU Nomor 19 tahun 1992, sudah ada sanksi bagi pelanggar.
Selain bagi pengendara mobil, sabuk pengaman juga harus berada di bus.
Selain itu, juga faktor di bus juga harus dilengkapi dengan busa dan palu pemecah kaca. "Faktor ini harus maksimal digunakan sehingga kasus Situbondo tidak terulang," kata Agum. Dalam kasus Situbondo, penumpangnya ikut hangus terbakar karena tidak ada palu untuk memecahkan kaca.
Penelitian tahun 1998 sampai dengan 2002, terdapat 15 ribu kecelakaan pertahun, 10 ribu diantaranya meninggal dunia. Agum mengatakan, 91 persen kecelakaan berasal dari faktor manusia, lima persen dari manusia. Sisanya, tiga persen, adalah faktor jalan dan satu persen merupakan faktor lingkungan. Dia berharap, tahun ini angka kecelakaan di jalan raya menurun.
Dalam acara sosialisasi hari ini, Agum melepas 100 mahasiswa dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia yang melakukan sosialisasi penggunaan sabuk pengaman di Bundaran Hotel Indonesia. Mereka menyebarkan pamflet berisikan pentingnya sabuk pengaman bagi pengendara mobil.
Agriceli - Tempo News Room
|