|
Nasional
Parpol dan Polri Bentuk Sekretariat Pengamanan Pemilu 2004
04 Pebruari 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menjelang Pemilu 2004, Markas Besar Polri dan 24 partai politik (parpol) sepakat membentuk Sekretariat Forum Komunikasi Parpol dan Polri di lantai dasar intel Mabes Polri.
“Dalam forum komunikasi itu semua dibahas, termasuk pelanggaran,” kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Basyir A Barmawi, kepada wartawan di sela-sela rapat pembentukan sekretariat, Rabu (4/2) siang. Ia menyatakan penekanan forum itu pada pengamanan masa kampanye.
Kepala Bagian Perencanaan dan Administrasi Polri Komisaris Besar Suryadi Andi mengatakan pembentukan sekretariat itu adalah bagian dari kesepakatan bersama parpol peserta pemilu dengan Polri dalam rangka pengamanan Pemilu 2004, 29 Desember lalu.
Namun, Andi mengatakan, di dalam sekretariat itu belum terbentuk koordinatornya. Rencananya, di dalam sekretariat itu semua parpol akan menyediakan wakilnya, untuk kemudian dapat berkoordinasi dengan wakil di daerah provinsi, kotamadya, dan kabupaten. “Mereka minta koordinatornya dari Mabes saja,” kata Andi.
Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Amanat Nasional Patrialis Akbar mengatakan, pihaknya menghendaki kerja sama yang baik untuk pengamanan pemilu, di internal partai maupun antarpartai. “Misalkan konflik sampai terjadi hantam-hantaman,” kata Patrialis, yang menyatakan kemungkinan itu dapat terjadi.
Basyir mengatakan pihaknya akan menggelar kembali rapat untuk membahas poin lain, seperti yang tertera dalam kesepakatan antara parpol dan polri, yakni menaati semua ketentuan hukum, masing-masing dewan pimpinan berperan untuk keamanan, melaksanakan koordinator penertiban.
Parpol yang hadir dalam rapat itu antara lain Partai Bulan Bintang, Partai Amanat Nasional, Partai Patriot Pancasila, Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia, Partai Pelopor, Partai Keadilan Sejahtera, dan PNI Marhaen. “Semua (24 parpol) hadir,” kata Andi yang ditemui wartawan usai rapat itu.
Martha W Silaban - Tempo News Room
|