Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Kwik: PDIP Bisa Jadi Partai Terkecil
04 Pebruari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kekhawatiran gagal dalam perolehan suara di Pemilu 2004 mulai membayangi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Menurut Ketua DPP PDIP Kwik Kian Gie, partainya sangat mungkin berubah drastis dari partai terbesar dalam pemilu lalu berubah menjadi partai terkecil dalam pemilu kali ini.

"Saya tidak tahu apakah itu benar-benar akan terjadi atau tidak, tapi indikasinya diperkuat kekecewaan banyak kader yang merasa kepercayaannya dikhianati," ujar Kwik saat tampil menjadi pembicara dalam acara peluncuran buku "Peta Politik Pemilihan Umum" di Hotel Santika, Jakarta, Rabu (4/2).

Selain Kwik, tampil tiga pembicara lainnya, yaitu Ramlan Surbakti (Komisi Pemilihan Umum), Sjahrir (Partai Perhimpunan Indonesia Baru), dan Slamet Effendi Yusuf (Partai Golkar). Diskusi dipandu pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indoensia (LIPI) Mochtar Pabottinggi.

Menurut Kwik, kecenderungan merosotnya suara PDIP dalam pemilu nanti juga didukung oleh hasil sejumlah riset yang dilakukan sejumlah lembaga riset. Kesimpulannya, kata dia, hampir 60-70 persen pemilih sampai saat ini belum menentukan pilihannya. "Ini artinya rakyat kita belum bisa menjamin partai mana, termasuk PDIP, yang akan dipilih," ujarnya.

Soal kekecewaan, Kwik mengaku sering mendengar banyak kader yang menyatakan kecewa. Mereka terutama para kader yang pada zaman dulu memperjuangkan kepentingan rakyat sekarang dikecewakan. Kesemua kader itu mengaku bahwa kepentingan mereka tidak diperhitungkan sama sekali.

Faktor lain, katanya, tidak seimbangnya angka-angka jumlah APBN yang tersedia antara APBN untuk pendidikan, kemiskinan, kesehatan, dengan utang dalam dan luar negeri.

"APBN untuk pendidikan, kemiskinan, dan kesehatan berapa bandingkan dengan APBN untuk membayar utang luar dan dalam negeri," ujar Kwik tanpa menjelaskan lebih rinci berapa jumlah angka-angka yang dia maksud tidak seimbang itu.

Pada bagian lain Kwik berujar, "Lalu utang luar negeri siapa yang menikmati dan utang dalam negeri siapa yang menikmati? Kenapa tidak ada pikiran koreksi ke arah itu oleh orang-orang yang punya kekuatan di PDIP," jelas Kwik.

Jika ada pemilih PDIP yang masih bertahan, menurut Kwik, itu sebagian kecil yang berkeyakinan akan rasa takut bahwa Indonesia ini akan dijadikan sebagai sebuah negara Islam. Kwik sendiri menganggap kelompok ini tidak ada artinya jika dibandingkan dengan kelompok organisasi massa lainnya di Indonesia.

Yang bisa diandalkan PDIP dan juga partai lainnya, menurut Kwik, hanyalah memberikan keyakinan kepada rakyat akan pentingnya memilih partai untuk perubahan dan kesejahteraan. "Jadi soal bagaimana meyakinkan pemilih lah yang bisa mempengaruhi pilihan pemilih," kata dia.

Saat dikritik salah seorang peserta diskusi kenapa hal itu dia ungkapkan untuk partainya sendiri, Kwik menilai justru apa yang disampaikannya bagian dari sikap moral dan tanggung jawab terhadap partainya. Sebaliknya bagi mereka yang menyatakan diri keluar dari partai lalu mencemooh bekas partainya dianggapnya sebagai tindakan yang tidak bermoral.

Ecep S. Yasa - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Kas Kosong, Ketua KPUD Boyolali Gadaikan SK Pengangkatan
Wantanas: Pemilihan Presiden dan Wapres Paling Rawan
Taman Siswa Larang Parpol Berkampanye di Lingkungannya
Lemhanas Keluarkan Analisa Ancaman Pemilu 2004
15 Pelanggaran Pemilu Dilaporkan ke Polda

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data