Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Sophan: DPP PDIP Melanggar Aturan Main Partai
03 Pebruari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta:Tokoh vokal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Sophan Sophiaan, menganggap DPP PDIP tidak konsisten melaksanakan AD/ART dalam menjalankan roda organisasi.

Dia mengaku heran jika suara kritis demi perbaikan partai selalu disikapi dengan cara-cara yang tidak demokratis.

Salah satu bukti pelanggaran DPP PDIP dalam AD/ART, katanya, adalah dilembagakannya hak prerogatif. Hak bagi ketua umum yang bisa berimbas pada keputusan sewenang-wenang itu justru tidak diatur dalam AD/ART dan bertentangan dengan prinsip demokrasi yang diusung PDIP.

Menurut Sophan, dalam dua tahun terakhir aroma kesewenang-wenangan itu begitu terasa. Ia mencontohkan banyak gugurnya kader PDIP menjadi pemimpin di daerah hanya karena persoalan hak prerogatif seorang ketua umum.

"Ini tidak adil, tidak fair, dan berbahaya bagi demokrasi," ujar suami artis Widyawati yang memilih keluar sebagai anggota DPR ini kepada Tempo News Room, Selasa (3/2).

Dirinya, ujar Sophan, sudah sejak pelaksanaan Kongres Bali dan dilanjutkan dalam Kongres Semarang berupaya melakukan perubahan soal hak interogatif. Namun rekan-rekannya sendiri di lingkungan DPP PDIP kebanyakan acuh tak acuh menanggapi gagasan tersebut.

Dia bahkan menangkap kesan mereka yang memilih diam karena alasan kepentingan pribadi terkait jabatan di DPP PDIP atau di parlemen dan legislatif. Selain itu secara tegas Sophan menuding sikap kebanyakan rekan-rekannya itu semata-mata karena alasan pragmatisme.

Menurut Sophan, usulan serupa juga disampaikannya beberapa bulan terakhir hingga berujung pada usulan diselenggarakannya kongres luar biasa.

"Demi kepentingan menyelamatkan partai, saya bahkan berani mencalonkan diri sebagai ketua, jadi usulan pembentukan badan penyelamat partai positif dan harus didukung," ujar Sophan.

Ecep S. Yasa - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Ketua PDIP Bekasi Diperiksa Polisi
Kwik Kian Gie Ragu PDIP Peroleh 42 Persen
25 Kiai Jatim akan Ikut Rakornas PDIP
PDI Perjuangan Berhalal Bihalal di Rumah Mega
PDIP Akan Bekukan 6 Pengurus Cabang yang Terlibat Konflik

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data