|
Nasional
Presiden Megawati Terima Kunjungan Presiden Rumania
02 Pebruari 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan kenegaraan Presiden Rumania Ion Iliescu di Istana Merdeka Jakarta, Senin (2/2). Keduanya mengadakan pertemuan bilateral untuk membahas isu-isu penting yang menyangkut kedua negara.
Usai pertemuan, kedua pemimpin itu menggelar konferensi pers. Presiden Megawati didampingi oleh Menko Perekonomian, Menteri Luar Negeri, Menperindag, Menteri Pertanian, Menteri Negara UKM, dan Menteri Negara Komunikasi dan Informasi.
Pemerintah Indonesia dan Rumania sepakat untuk meningkatkan kerja sama bilateral terutama di bidang perekonomian dan sosial pendidikan. Di bidang perekonomian, ditandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk peningkatan usaha kecil dan menengah (UKM). Sedangkan di bidang pendidikan, disepakati Rumania akan memberikan beasiswa di bidang kedokteran dan teknologi. Beasiswa akan diberikan mulai Maret 2004.
Megawati mengatakan, pemerintah mengundang Rumania untuk meningkatkan investasinya di Indonesia. Selama ini kerja sama dengan Rumania banyak dilakukan di sektor perbankan, transportasi, UKM, dan energi. Kedua negara sepakat untuk meningkatkan perdagangan dan industri.
Rumania tidak akan mendukung sektor pendidikan di Indonesia. Pelajar Indonesia akan diberikan bantuan pendidikan dalam bentuk beasiswa. Dukungan juga diberikan untuk sektor riset dan teknologi. Keduanya setuju untuk menggelar program kerja sama transfer teknologi.
Dalam pertemuan itu juga dibahas masalah internasional yang aktual, antara lain terorisme. Kedua pemerintah sepakat untuk mencegah dan memberantas aksi terorisme. Indonesia juga mengundang Rumania untuk hadir dalam konferensi tingkat menteri mengenai counter terorism di Bali, 4 Februari mendatang.
Presiden Rumania mengucapkan terima kasih atas dukungan Indonesia terhadap Rumania dalam pencalonan sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2005. Rumania berjanji akan memberikan dukungan juga atas rencana pencalonan Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2007 mendatang.
Retno S - Tempo News Room
|