Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Fery Santoro dan Dua Istri Perwira Tak di Satu Tempat
29 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Koordinator bidang Polkam, Susilo Bambang Yudhoyono, mengungkapkan bahwa jur kamera RCTI Ferry Santoro dan dua istri perwira TNI yang dibebaskan siang ini rupanya tak lagi ditahan dalam satu tempat. Itulah sebabnya, saat TNI menggelar operasi militer untuk membebaskan mereka, yang berhasil dilepas hanya kedua istri perwira itu. Demikian disampaikan Yudhoyono kepada wartawan, seusai sidang kabinet di Gedung Utama Sekretariat Negara, Jakarta, kamis (29/1).

"Informasi yang kita dapatkan, mereka tidak menjadi satu lagi, bisa jadi terpencar-pencar," kata dia. Oleh sebab itu, kata Yudhoyono, TNI akan terus melakukan usahanya, panglima komando operasi TNI di Aceh akan terus mengumpulkan informasi dari masyarakat dan intelijen tetap dikerahkan.

Dikatakan Yudhoyono, TNI tetap akan menggelar operasi pembebasan terhadap Fery apapun pilihannya, operasi militer atau negosiasi. Negosiasi ini, kata dia, masih tetap terbuka untuk mengupayakan pembebasan Fery. Namun terselip rasa pesimis bahwa langkah itu akan berhasil. "GAM terlalu banyak permintaan dan tidak masuk akal. Tapi akan kita lanjutkan nanti," kata dia.

Ditanya soal korban yang jatuh dalam operasi itu, secara singkat Yudhoyono mengatakan dari GAM jatuh korban dua orang dan dirampas sebuah senjata serbu laras panjang jenis AK-47. Sedangkan dari TNI, tak ada korban.

Dalam kesempatan terpisah, istri Fery Santoro, Mayawati Hendraningrum, 33 tahun, yang dihubungi Tempo News Room melalui ponselnya, mengaku mengetahui informasi dibebaskannya kedua istri perwira TNI itu justru dari media massa, bukan dari pihak TNI yang melakukan operasi.

Dia sendiri mengaku heran mengapa suaminya tak ikut dibebaskan dalam operasi pembebasan tersebut. Namun dia mengaku gembira dengan bebasnya Farida dan Soraya, karena dia berharap dari keterangan keduanya akan didapatkan informasi tentang kondisi suaminya.

Di sisi lain, Maya -demikian dia akrab dipanggil, menilai belum bebasnya suaminya hingga hari ini karena antara TNI dan GAM terlalu keukeuh sehingga negosiasi menemui jalan buntu. "Waktu GAM melunak, TNI yang keras. Waktu TNI bersedia jeda, GAM yang keras," kata dia tak habis pikir.

Tentang kemungkinan akan digelar operasi militer untuk membebaskan Fery, Maya mengaku sangat khawatir mengingat kejadian yang menimpa Ersa Siregar. Reporter RCTI yang sebelumnya ikut diculik bersama Fery itu tewas tertembak. "Kalau sampai terjadi lagi seperti Bang Ersa, maka kesimpulannya wartawan yang ditugaskan ke daerah konflik sama saja dengan sudah terperosok, dan tidak akan berhasil selamat. Ini bukan untuk Mas Fery saja, tapi untuk semua wartawan yang ditugaskan di daerah konflik seperti Ambon, Aceh, dan sebagainya," kata dia.

Deddy Sinaga - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Publik Jangan Sampai Lupakan Kasus Fery Santoro
Panglima TNI Benarkan Pembebasan Sandera GAM
Dua Istri Anggota TNI AU Bebas
Wartawan Tuntut Pembebasan Fery Santoro
TNI akan Penuhi Syarat GAM dengan Catatan

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data