|
Nasional
Dampak Flu Burung Tidak Sehebat SARS
29 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Keuangan Boediono mengatakan, dampak ekonomi akibat mewabahnya virus flu burung tidak akan sehebat akibat wabah radang pernapasan sangat akut (SARS). "Moga-moga saja bisa diatasi secara regional," katanya di Jakarta, Kamis (29/1).
Menurutnya, pemerintah juga telah cepat menangani agar virus ini tidak menyebar dan menyerang manusia. Ia berharap, penanganan itu bisa mempercepat meredanya serangan wabah virus ini secara keseluruhan.
Hal senada juga dilontarkan Deputi Menteri Perekonomian Mahendra Siregar. Bahkan, Mahendra menilai, kekhawatiran merembetnya dampak terhadap ekonomi terlalu awal untuk menghitung risiko yang ditimbulkannya. Pemerintah, katanya, juga belum merumuskan strategi untuk mencegah penyebaran virus ini berdampak terhadap ekonomi makro. "Saat ini fokus pemerintah pada pencegahan teknis virus ini," katanya.
Berdasarkan, data organisasi kesehatan dunia (WHO), kata Mahendra, Indonesia digolongkan sebagai negara yang aman dari virus flu burung yang menular terhadap manusia. "Sampai kemarin belum ditemukan ada orang tertular virus ini. Mudah-mudahan tidak selamanya," katanya.
Menurutnya, SARS sangat berpengaruh terhadap ekonomu karena langsung menyerang manusia dan tersebar di negara-negara yang berperan sebagai pintu-pintu perdagangan dari dan keluar negeri. Sedangkan flu burung lebih dulu menyerang unggas dan cepat penularannya di masing-masing negara.
Dikatakan Mahendra, pemerintah tidak punya rencana mengeluarkan larangan bepergian bagi warga Indonesia atau larangan masuk bagi wisatawan asing. "Tidak ada alasan untuk mengeluarkan larangan itu," katanya.
Bagja Hidayat - Tempo News Room
|