|
Nasional
Publik Jangan Sampai Lupakan Kasus Fery Santoro
29 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta: Publik diminta jangan sampai melupakan kasus Fery Santoro, wartawan RCTI yang kini masih disandera Gerakan Aceh Merdeka. "Jangan sampai publik lupa karena wartawan adalah wakil dari publik," ujar Wakil Pemimpin Redaksi RCTI, Imam Wahyudi, saat ditemui di sela-sela demonstrasi di Bunderan Hotel Indoensia, Jakarta, Kamis (29/1).
Menurut Imam, publik harus menaruh perhatian terhadap masalah ini. Dia menegaskan, jika wartawan tidak ada yang berani pergi menjalankan tugas jurnalistiknya di Aceh, maka publik tidak akan menerima informasi apapun soal perkembangan di daerah bergolak tersebut.
Dalam aksi ini, istri Fery Santoro, Mayawati Santoro, juga mengungkapkan perasaannya. "Saya mengimbau pihak-pihak yang berkonflik untuk membuka mata hatinya. Saya hanyalah seorang istri biasa yang tidak tahu dan tidak punya daya untuk melepaskan suami saya," ujarnya.
Dia menyampaikan orasi di depan massa yang saat itu melakukan unjuk rasa di depan Bundaran Hotel Indonesia. Sambil sesekali terisak, dia berharap suaminya bisa pulang dengan selamat.
Ratih - Tempo News Room
|