Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Indonesia Galang Dukungan Dunia Atasi Flu Burung
29 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta: Indonesia mulai menggalang dukungan dunia internasional untuk menanggulangi serangan flu burung yang kini mewabah. Selain bantuan dana, pemerintah juga meminta kerja sama untuk keperluan identifikasi, riset, dan informasi mengenai ekspor ternak unggas.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian Memed Gunawan setelah menghadiri konferensi tentang wabah flu burung di Bangkok, Thailand, kemarin. "Intinya kerja sama dalam segala bidang," katanya kepada Tempo News Room.

Konferensi yang diadakan atas undangan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra itu dihadiri oleh utusan dari Kamboja, Cina, Korea, Laos, Jepang, Malaysia, Komisi Eropa, Singapura, Amerika Serikat, Vietnam, Hong Kong, dan Taiwan. Sejumlah pejabat senior dan wakil dari badan-badan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa seperti Organisasi Pangan dan Agrikultur (FAO), Organisasi Dunia untuk Kesehatan Hewan (OIE), dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), juga hadir.

Menurut Memed, pertemuan tingkat menteri itu intinya untuk mencapai kesepakatan bersama dalam menanggulangi wabah flu burung. Dalam pertemuan itu, Indonesia memaparkan beberapa hal yang berkaitan dengan serangan virus Avian Influenza (AI), antara lain penjelasan soal kematian jutaan ayam, juga informasi bahwa di Indonesia belum ada korban manusia akibat flu burung..

Selain itu, kata Memed, pemerintah menyatakan sudah membentuk tim untuk menanggulangi wabah, termasuk melakukan tes antiserum penyakit itu. Mengenai desakan WHO agar Indonesia segera memusnahkan unggas yang terinfeksi flu burung, Memed menjawab, "Belum sampai bicara soal itu."

Sementara itu, Trisatya Putri Naipospos, Direktur Kesehatan Hewan, Direktorat Jenderal Peternakan, Departemen Pertanian, mengatakan, pemerintah hanya akan memusnahkan ayam atau unggas di daerah yang baru tertular virus. Sedangkan untuk mencegah penyebarannya, akan dilakukan beberapa langkah, di antaranya penyuntikan vaksin.

Menurut Trisatya, pemusnahan semua unggas sulit dilakukan. Kendalanya bukan pada biaya pemusnahan, melainkan pada penggantian ayam yang dimusnahkan dan dampak masa depan dari langkah itu. "Nilai kerugian yang kita tanggung bisa mencapai triliunan rupiah akibat pemusnahan itu dan beberapa tahun mendatang kita harus rela tidak makan ayam dan juga telurnya," katanya di Jakarta kemarin.

Kendati pemusnahan unggas sebagian besar dilakukan di kabupaten yang ada wabah virus seperti di Jawa, Kalimantan, Lampung, dan Bali, Trisatya menuturkan, akibatnya juga bisa luas. "Sebagian besar ayam di Indonesia akan mati karena daerah itu merupakan sentra penghasil ayam," katanya.

Karena itu, kata Trisatya, pemerintah memilih langkah hanya memusnahkan ayam di daerah yang baru terkena virus AI. Dia memberi contoh, bila di daerah Sulawesi ditemukan ayam terinfeksi virus itu, maka segera dimusnahkan.

Upaya lain yang dilakukan pemerintah adalah mengajak peternak supaya lebih sadar soal penyebaran virus itu. "Kami sudah menyiapkan saluran telepon hotline 021-7813090 dan menyiapkan situs internet mengenai masalah ini," kata Trisatya.

Pemerintah juga membantu peternak kecil dengan cara memberi vaksin untuk ayam yang terjangkit virus ini beserta alatnya, termasuk bahan disinfektan atau pembersih kandang. Kemarin direncanakan akan datang antiserum dari Inggris untuk menentukan subtipe virus AI guna mengetahui apakah penyakit ini menular pada manusia atau tidak.

Hari ini Komisi III DPR yang membawahkan urusan pertanian dan peternakan akan memanggil Menteri Pertanian dan jajarannya untuk mendapat penjelasan perihal wabah flu burung. Dalam acara tersebut, Departemen Pertanian akan mengajukan rencana anggaran dana yang diperlukan untuk menanggulangi wabah flu burung. "Besarnya sekitar ratusan miliar," ujar Trisatya.

Martha S./Taufik K. - Koran Tempo

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

RSPI Sulianti Saroso Siap Terima Pasien Flu Burung
Presiden Berharap Pertemuan Respons Flu Burung
Belum Ada Warga Jakarta Terjangkit Flu Burung
WHO Desak Indonesia Bunuh Unggas Pengidap Flu Burung
Pemerintah Larang Impor Unggas dari Vietnam

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data