Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

RI Ajukan Bukti Baru
28 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah akan mengajukan bukti adanya hubungan koordinasi antara pimpinan Gerakan Aceh Merdeka di Swedia dengan pasukan GAM di Aceh. Bukti tersebut berkait dengan pernyataan Juru Bicara GAM Ishak Daud yang selalu menyebut bahwa untuk urusan pembebasan sandera, GAM di Aceh menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada pimpinan GAM di Stockholm, Swedia. “Itu membuktikan ada kendali langsung dari Stockholm ke Aceh,” kata Sesmenko Sudi Silalahi, usai mengikuti Rakor Polkam di kantornya, Rabu (28/1).

Sikap GAM di Aceh yang menunggu keputusan dari Swedia itu jugalah yang menjadi penyebab kegagalan dalam proses negosiasi pelepasan sandera penduduk sipil di tangan GAM. Untuk itu, pemerintah memutuskan kembali melakukan operasi pembebasan secara militer. “Karena ada persyaratan signifikan dari GAM yang tidak bisa diterima, seperti permintaan untuk meminta gencatan senjata selama dua hari, dan sebagainya, maka proses negosiasi pembebasan sandera menemui kebuntuan” kata Sudi.

Selama ini, tim negosiasi yang diketuai Sesmenko Polkam Sudi Silalahi bersikap menunggu terhadap sikap GAM untuk membebaskan sandera.

Dari hasil pendataan, tercatat sebanyak 243 orang disandera GAM. Dari jumlah tersebut, tercatat selama darurat militer pertama, sebanyak 60 orang dibebaskan, 6 orang tewas dan 3 orang melarikan diri. Sedangkan dalam darurat militer kedua, tercatat 5 orang dibebaskan dan 1 orang meninggal yaitu Ersa Siregar. Setelah itu ada lagi penyanderaan 13 orang, tetapi dari jumlah itu 3 orang berhasil dibebaskan melalui operasi pembebasan oleh TNI.

Menurut Sudi yang berada di Aceh 6-9 Januari 2004 lalu, proses negosiasi untuk membebaskan sandera agak lancar pada awalnya. Hingga pihak GAM melalui juru bicaranya Tengku Masnyur, menyetujui dibebaskan sandera sebanyak 11 orang yang kemudian direvisi menjadi 3 orang, yaitu wartawan RCTI Fery Santoro dan 2 orang istri perwira TNI AU.

Proses ini terhambat dengan digantinya juru bicara GAM oleh Ishak Daud. Karena apa yang telah tim negosiasi dan GAM sepakati sebelumnya, dihapuskan dan diganti dengan proposal baru dari GAM. Dalam proposal barunya, Ishak Daud menyerahkan komando penuh kepada pimpinan GAM yang berada di Stockholm, Swedia. “Jika pimpinan GAM di Stockholm menyuruh membebaskan, mereka akan segera membebaskan. Begitu juga sebaliknya,” kata Sudi menirukan ucapan Ishak Daud pada waktu itu.

Masalah muncul dari GAM sendiri. Karena menurut Sudi, juru bicara GAM di Stockholm Bachtiar Abdullah menyatakan telah memberi perintah untuk membebaskan sandera pada GAM di Aceh. Kemudian komunikasi sedikit terhambat tetapi dapat diatasai dengan bantuan fasilitas dari PMI (Palang Merah Indonesia) dan International Committee of the Red Cross ICRC. Bahkan saat juru bicara GAM Stockholm diganti menjadi Malik Mahmud pun, GAM Stockholm telah mengeluarkan instruksi untuk membebaskan sandera.

Tetapi, ternyata instruksi ini tidak terealisir di lapangan. Bahkan Ishak Daud pun membuat proposal baru, menurut Sudi, sangat sulit untuk dipertimbangkan. “Sehingga proses pembebasan ini pun tersendat. Karena Ishak Daud mengajukan akan membebaskan sandera dengan jumlah signifikan dengan persyaratan yang signifikan pula,” kata dia.

Kebuntuan-kebuntuan itu pulalah yang mendasari ICRC mengajukan surat pernyataan bahwa ICRC akan mundur sementara dalam membantu proses negosiasi pemerintah dengan GAM. “Jadi untuk sementara ini diendapkan dulu. Jika sewaktu-waktu ada perkembangan yang lebih baik, mereka akan turut kembali dalam proses pembebasan sandera,” tegasnya.

D.A Candraningrum - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Juru Propaganda GAM Dituntut 14 Tahun Penjara
5 Anggota GAM Tewas, 6 Tertangkap
GAM Masih Memberikan Perlawanan
Ada Indikasi Korupsi Bantuan Kemanusiaan Aceh
151 Warga Masih Disandera GAM

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data