|
Nasional
Presiden Berharap Pertemuan Respons Flu Burung
28 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Megawati Sukarnoputri berharap pertemuan beberapa negara Asean di Thailand dapat menghasilkan respons cepat dalam menghadapi wabah flu burung. Pertemuan itu diikuti oleh beberapa negara Asia yang terjangkit wabah tersebut dan dipimpin langsung oleh Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra. Indonesia mengirimkan pejabat senior dari Departemen Pertanian dan Departemen Kesehatan pada pertemuan tersebut.
Demikian diungkapkan Menteri Luar Negeri, Hassan Wirajuda, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/1) usai mendampingi Presiden menerima Duta Besar Thailand, Atchara Suyanan yang memberikan surat kepercayaan. Presiden mengatakan, sebaiknya pertemuan itu dapat menghasilkan respons secepat saat menghadapi wabah SAR tahun lalu. Jadi ada kesamaan langkah, semisal dalam hal vaksinasi atau kesamaan waktu proses vaksinasi.
Dalam kesempatan terpisah, Menteri Koordinator bidang Kesra, Yusuf Kalla, mengatakan pemusnahan ternak ayam yang terjangkit flu burung di Indonesia, akan dilakukan secara lokal. Ini mengingat peternakan di Indonesia saling tersebar dalam jarak yang berjauhan. Lagi pula, lanjut dia, tidak semua daerah terjangkiti oleh wabah itu.
Saat ini, lanjut Kalla, Pemerintah tengah menghitung berapa biaya yang dibutuhkan bila pemusnahan secara besar-besaran itu dilakukan. "Kita lihat jumlahnya dulu (jumlah ayam yang akan dimusnahkan)," kata dia. Penggantiannya, kata Kalla, pun masih dibicarakan apakah terbentuk uang atau doc (daily old chicken). "Kita harap minggu ini sudah diputuskan," kata dia.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh Tempo News Room, Rabu (28/1) siang, yang mewakili Departemen Pertanian adalah Sekjen Departemen Pertanian, Memet Gunawan, dan Kepala Badan Karantina Pertanian, Budi Tri Akoso. Sedangkan dari Departemen Kesehatan adalah Direktur Survelen Epidomologi Imunisasi dan Kesehatan Matra, Indriono Tantoro.
Beberapa staf di ruang Kepala Badan Karantina mengatakan, Budi Tri Akoso dan Memet Gunawan sudah berangkat ke Thailand, Selasa (27/1) pagi. Pernyataan itu ditegaskan Herlina, Humas di Badan Karantina. "Ya, setahu saya juga begitu," katanya, saat dihubungi terpisah.
Pengiriman delegasi ini setelah ada surat dari Departemen Luar Negeri No 041/SB/I/2004/45 tertanggal 27 Januari 2004. Surat ditujukan kepada Direktur Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan. Surat No 042/SB/I/2004/45 ditujukan kepada Sekjen Pertanian, untuk mengikuti pertemuan ini.
Deddy Sinaga dan Marta Silaban - Tempo News Room
|