Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

TNI akan Penuhi Syarat GAM dengan Catatan
26 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta: TNI akan memenuhi persyaratan yang diajukan GAM dalam upaya pembebasan Fery Santoro dan sandera lain bila itu merupakan persyaratan terakhir. Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/1) mengatakan pihaknya akan menyetujui permintaan gencatan senjata yang diajukan GAM asalkan ada jaminan bahwa seluruh sandera akan dibebaskan. "Permasalahannya bukan hanya bagaimana memenuhi persyaratan yang diajukan GAM agar sandera bisa dibebaskan. Tetapi sejauh mana kasus ini merupakan kasus terakhir," kata dia.

Seperti diberitakan, GAM meminta pemerintah dan TNI untuk melakukan gencatan senjata selama 48 jam. Persyaratan itu diajukan berkaitan dengan permintaan TNI agar GAM membebaskan sandera, termasuk juru kamera RCTI, Fery Santoro. Sejauh ini belum bisa dipastikan, apakah syarat yang diajukan itu hanya untuk membebaskan Fery Santoro atau keseluruhan sandera. "Saya belum tahu itu," katanya.

Sutarto mengatakan, dalam kasus ini bukan berarti TNI tidak bersedia untuk berkompromi. TNI akan melihat kondisi yang berkembang. Bila GAM berjanji bahwa kasus itu merupakan yang terakhir, maka permintaan akan dipenuhi. Namun, kepastian atau janji itu harus benar-benar ada. TNI tidak ingin setelah persyaratan ini dipenuhi, GAM akan mengajukan syarat berikutnya, mengingat banyaknya jumlah sandera yang ditahan.

Ia menjelaskan, sejauh ini, telah dilakukan negoisasi pemerintah dengan GAM. Dalam hal ini pemerintah diwakili oleh Palang Merah Indonesia (PMI) yang berkoordinasi dengan Menko Polkam. Sebelumnya, Sekjen PMI mengatakan bahwa pemerintah telah menyetujui persyaratan GAM soal gencatan senjata. Menanggapi hal itu, Panglima mengaku belum mendengar tentang persetujuan itu. Masalah gencatan senjata 48 jam juga belum didiskusikan di lingkungan TNI. Pada dasarnya, kata dia, TNI keberatan atas adanya persyaratan GAM. "Kenapa harus pakai syarat? Kalau mau dilepasin, lepasin aja," kata dia. Namun masalah itu harus dibicarakan dulu dengan pemerintah sebelum TNI mengambil tindakan.

Retno Sulistyowati - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Warga Jerman Dipulangkan dari Aceh
PMI: Pembebasan Fery Tinggal Menunggu Waktu
Panglima GAM Tuntut Sidang Secara Internasional
IFJ Minta Pemerintah Tetap Serius Bebaskan Ferry
TNI Kirim 14 Panser Pindad Ke Aceh

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data