|
Nasional
Singapura akan Tingkatkan Investasi di Indonesia
26 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta: Singapura berkomitmen akan terus berinvestasi secara signifikan di Indonesia. Kepastian itu diungkapkan Deputi Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, usai mengadakan pertemuan dengan Presiden Megawati Sukarnoputri di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/1).
Lee menyebutkan, komitmen negaranya itu diwujudkan dalam berbagai proyek yang ada di Indonesia. Tahun lalu, kata dia, Singapura merupakan negara kelima terbesar yang menanamkan modalnya di Indonesia. Tahun ini, belum bisa dipastikan berada di nomor urutan berapa. Ia hanya mengatakan, beberapa proyek besar di Indonesia tidak mungkin dikerjakan oleh Singapura, kebanyakan oleh Amerika Serikat dan Jepang.
Kerja sama di bidang ekonomi Indonesia-Singapura berlangsung dengan baik, terutama beberapa tahun terakhir. Singapura telah menanamkan modalnya di Indonesia antara lain, di bidang perbankan dan telekomunikasi. Lee berharap, kerja sama itu bisa terus ditingkatkan.
Pertemuan antara kedua pemimpin negara itu juga membahas tentang isu perbatasan Indonesia-Singapura. Ia mengatakan, ada beberapa wilayah yang masih abu-abu di perbatasan. "Sampai sekarang belum ditentukan tapal batasnya," kata dia. Karena itu, Indonesia dan Singapura harus segera duduk bersama untuk mempertegas batas wilayah masing-masing. Selain itu, mereka juga membicarakan masalah keamanan di laut. Terutama di Selat Malaka. Lee mengaku, banyak terjadi pembajakan di wilayah laut itu. Untuk mengatasinya diperlukan kerja sama lebih intensif antar kedua negara.
Menanggapi tentang masalah flu burung yang melanda beberapa negara di Asia, Lee mengatakan, masalah itu tidak dibicarakan secara spesifik dalam pertemuannya dengan Presiden Megawati. Sebab, hal itu bukan merupakan masalah bilateral. Topik itu, kata Lee, akan dibicarakan di Bangkok, Thailand, satu-dua bulan mendatang.
Menurutnya, flu burung bukan masalah utama di negaranya. Di Singapura, sedikit sekali orang yang beternak ayam. Karena itu, pemerintah Singapura hanya memberikan peringatan, dan tidak membahasnya secara detail. "Kita akan lihat, sepanjang itu masalah unggas tidak masalah, tetapi kalau sudah masalah manusia, itu problem," kata dia.
Retno Sulistyowati - Tempo News Room
|