Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

30 Pengaduan Belum Ditindaklanjuti KPK
26 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta:Selama hampir sebulan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah menerima sekitar 30 pengaduan tindak pidana korupsi dari masyarakat melalui surat, email, dan kurir. Hal ini terungkap dalam pertemuan lima pimpinan KPK dengan Ketua DPR Akbar Tandjung, Senin (26/1).

Menurut salah satu pimpinan KPK Erry Riana Hardjapamekas, pengaduan tersebut terdiri dari bermacam-macam laporan, seperti masalah pemilihan kepala daerah, masalah korupsi dalam persoalan kenaikan haji, sampai penjarahan hutan di Sulawesi Utara.

Namun dari sekian banyak laporan yang masuk, kata Erry, belum ada laporan yang dapat ditindaklanjuti. "Karena sampai sekarang kita belum mempunyai penyidik," ujarnya.

Untuk itu, kata Erry, KPK akan segera melakukan rekrutmen pegawai dengan proses yang sangat ketat. Para penyidik KPK akan diambil dari beberapa instansi yang berpengamalan, seperti kejaksaan dan kepolisian.

Dalam pertemuan itu juga dibahas mengenai Undang-Undang No. 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. "Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentu harus ada penyesuaian sesuai dengan kondisi saat ini, agar tidak ada celah untuk melakukan korupsi," kata Tumpak Hatorangan Pangabean, salah satu pimpinan KPK.

Pada pertemuan itu Ketua KPK Taufiequrachman Ruki mengaku tidak membicarakan masalah kasasi yang sedang dihadapi Akbar Tandjung. "Kita belum membicarakan kasus, baru membicarakan masalah," ujarnya.

Menurutnya, kasus Akbar Tandjung sudah masuk dalam proses kasasi dengan Mahkamah Agung, sehingga tidak boleh satu institusi pun melakukan intervensi. Pada kesempatan yang sama Erry Riana mengatakan belum ada satu pun pengaduan masyarakat yang menyangkut Akbar Tandjung.

Mengenai pertemuan ini Taufiequrachman Ruki mengatakan kunjungan berdasar atas sikap kenegaraan. "Sebelumnya kita sudah berkunjung ke presiden, MA, dan BPK. Besok kita akan ke wakil presiden dan Ketua MPR," katanya.

Kelima pimpinan KPK yang bertemu Akbar Tandjung adalah Ketua KPK Taufiequrachman Ruki dengan didampingi empat orang Wakil Ketua KPK Erry Riana, Hatorangan Panggabean, Iskandar Sonhadji, Sjahruddin Rasul.

Priandono Kusumo - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Komisi Antikorupsi Belum Bisa Bekerja
Ketua KPTKP: MUI Lebih Baik Buat Fatwa Haram untuk Korupsi
Kapolri Janji Bantu KPK
LSM: Perlu Pemantau KPK
KRHN: Standar Rekrutment Pejabat Tak Jelas

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data