Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Pemerintah Tes Serum untuk Antisipasi Flu Burung
26 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah akan melakukan tes Hemasglutimasi Inhibisi (HI) atau pemeriksaan dengan antiserum pada unggas untuk mengetahui subtipe virus avian influenza (AI) yang telah menyebabkan kematian 4,7 juta ekor ayam di Indonesia sejak Agustus lalu.

Tes dilakukan untuk membuktikan apakah virus AI termasuk jenis yang bisa menular pada manusia atau yang dikenal dengan sebutan flu burung yang kini sedang mewabah di sejumlah negara Asia.

Direktur Jenderal Bina Produksi Pertanian, Departemen Pertanian, Sofjan Sudarjat, mengatakan, terdapat tiga jenis virus avian. Tipe A hanya menyerang unggas, tipe B dapat menular pada manusia, dan tipe C merupakan tipe campuran. "Di Indonesia diperkirakan tipe A, karena hingga kini belum terjangkit pada manusia," ujarnya kepada pers di Jakarta kemarin.

Untuk keperluan ini, pemerintah telah memesan antiserum dari Inggris dan Australia sejak Desember lalu. Kemungkinan antiserum tersebut akan datang pada Rabu (28/1). "Paling lambat minggu depan baru bisa diketahui subtipe virus tersebut," ujarnya Kemudian, hasil tes itu akan dilaporkan kepada Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE).

Sofjan menjelaskan, virus AI pertama kali ditemukan di Indonesia pada 29 Agustus 2003 di Pekalongan, Jawa Tengah. Virus itu kemudian menyebar ke beberapa daerah di Jawa, Lampung, Bali, dan Kalimantan.

Unggas yang mati akibat virus AI tidak hanya jenis ayam petelur dan potong, tapi juga jenis unggas lain, seperti burung puyuh. "Sebanyak 400 peternak menderita kerugian akibat serangan virus ini," katanya.

Secara statistik, kematian ayam pada September 2003 mencapai 333 ribu ekor, Oktober 574 ribu ekor, dan puncaknya pada November 2,26 juta ekor. "Pada Desember jumlahnya menurun menjadi 556 ribu ekor."

Pemerintah telah menugaskan Kelompok Kerja Penyidik Penyakit Unggas Nasional (K2P2) untuk melakukan penyelidikan atas mewabahnya virus avian.

K2P2 telah melakukan tugasnya sejak Oktober lalu. Hasilnya, diindikasikan penyebab kematian ayam adalah penyakit Newcastle Disease (ND), Velogenic Viscerotropic, dan virus lain yang menyertainya.

Untuk menguji virus lain, akhir pekan lalu K2P2 telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah unggas dengan menggunakan antiserum dari Belanda. "Hasilnya, virus yang menyerang unggas adalah virus influenza tipe A atau AI," kata Sofjan.

Masyarakat diminta tidak perlu khawatir mengkonsumsi ayam, telur, dan jenis unggas lainnya, sepanjang berasal dari jenis hewan sehat dan dimasak dengan cara yang benar.

Daging unggas dimasak dengan suhu 80 derajat Celsius selama satu menit. Sementara itu, untuk telur ayam, hingga 64 derajat Celsius selama 4,5 menit. Virus avian akan mati dalam suhu itu.

"Penularan pada manusia pun bisa terjadi bila ada kontak langsung," kata Sofjan. "Adapun penularan melalui daging unggas yang dikonsumsi, kecil sekali kemungkinannya."

Untuk mencegah meluasnya penyebaran virus, pemerintah akan memusnahkan daging dan bulu unggas impor yang didapati terindikasi virus tersebut. Pencegahan lainnya, akan dilakukan vaksinasi yang didatangkan dari pabrik di luar negeri yang diakreditasi OIE.

Taufik Kamil/Yophiandi - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data