Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Pemerintah Membenarkan Masuknya Flu Burung
25 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta: Departemen Pertanian membenarkan adanya flu burung yang masuk ke Indonesia. "Namun tipenya adalah tipe A yang tidak menular pada manusia," kata Direktur Jenderal Bina Produksi Peternakan Departemen Pertanian, Sofjan Sudarjat, Minggu (25/1) sore di Departemen Pertanian.

Adanya virus flu burung (Avian Influenza) itu sendiri, kata Sudarjat, sudah diketahui sejak bulan Desember 2003. Anti serum yang digunakan untuk membuktikan adanya avian influenza, didatangkan dari Belanda. Untuk mengidentifikasi sub tipe virus tersebut, pemerintah akan menindaklanjuti dengan pemeriksaan dengan menggunakan antiserum yang didatangkan dari Australia dan Inggris. "Hari Rabu serum datang, Kamis sudah bisa kami dapatkan hasilnya," katanya.

Hal ini diketahui setelah puncak kematian unggas terjadi pada bulan November 2003 yang mencapai 2,26 juta ekor. Saat itu, kata Sudarjat, pemerintah telah mengetahui ada jenis virus lain yang menyertai Virus Tetelo Vilogenik atau Newcastle Disease yang menyerang unggas.

Menurut Sudarjat, penyelidikan telah dilakukan pemerintah atas kematian sejumlah unggas yang sejak Agustus 2003 hingga Januari 2004 yang mencapai 4,7 juta ekor. Penelitian dilakukan di beberapa daerah di Indonesia, seperti di Banyumas, Lampung, dan daerah lain di Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, serta, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur. Jenis unggas yang mati diantaranya adalah ayam buras, ayam petelur, itik, dan bebek. Dari 4,7 juta ekor tersebut, tegas Sudarjat, sebanyak 40 persen yang teridentifikasi terkena flu burung tipe A tersebut.

Sudarjat mengakui, sejak tahun 1978, memang telah ada tipe virus yang termasuk low patogenic tersebut. Sifat low patogenic atau tidak ganas ini, kata Sudarjat, menyebabkan tidak ada penularan pada manusia.

Direktur Kesehatan Hewan Tri Satya Putri Naipospos, menjelaskan, virus yang menyerang manusia adalah virus flu burung atau avian influenza tipe B dan C.

Kemungkinan adanya tipe virus B dan C yang menyerang unggas di Indonesia, kata Sudarjat, "Mungkin saja, tapi pemerintah harus hati-hati. Sebab dampaknya hingga (level) internasional." Kehati-hatian ini, kata Sudarjat diperlukan, karena Indonesia saat ini belum memiliki anti serum yang bisa membuktikan hal tersebut. "Belum punya serum kok langsung identifikasi," katanya.

Pemerintah, kata Sudarjat tidak akan membunuh unggas yang terkena penyakit. "Tidak ada pemusnahan," tegas Sudarjat. Yang dilakukan pemerintah adalah melakukan vaksinasi terhadap jenis unggas yang terkena penyakit.

Yophiandi Kurniawan ?Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data