Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Amnesti Anggota GAM Belum Bisa Dilaksanakan
24 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah telah membahas draf amnesti bagi narapidana bekas anggota Gerakan Aceh Merdeka dalam Rapat Koordinasi Politik dan Keamanan.

"Sampai sekarang amnesti itu belum bisa dilaksanakan," kata Menteri Kehakiman dan HAM Yusril Ihza Mahendra, kepada wartawan usai memimpin upacara peringatan ulang tahun Dirjen Imigrasi ke-54, di gedung Depkeham, Jakarta, Sabtu (24/1).

Amnesti ini, kata Yusril, merupakan kebijakan politik Presiden dengan persetujuan DPR. Pemberian amnesti oleh Presiden mempertimbangkan sejauh mana kemauan para pemberontak itu untuk menyerah dan menyelesaikan persoalan dengan damai.

Jika pertimbangan untuk menyelesaikan persoalan secara damai itu tidak diinginkan, kata Yusril, sulit bagi Presiden untuk memberikan amnesti itu. "Pemberontak itu harus menyerah dan mau menyelesaikan secara damai," kata Yusril.

Mengenai pemindahan narapidana yang terlibat masalah makar dari Aceh ke lembaga pemasyarakatan (LP) di Jawa, Yusril menegaskan bahwa pemindahan itu dilakukan karena kapasitas LP di Aceh yang sudah tidak layak.

Ia menegaskan, pemindahan ini hanya dilakukan bagi narapidana makar yang sudah vonis. "Untuk yang sudah vonis maka kami akan melakukan pembinaan seperti biasanya," kata dia.

Di Aceh, kata Yusril, jumlah LP tidak mencukupi, terutama setelah pemerintah batal menjadikan Pulau Nasi sebagai tempat penampungan tahanan GAM. Sementara, masih banyak LP di Aceh yang masih direnovasi.

Yusril mambantah adanya juru runding GAM yang akan ditahan ke Jawa. "Jadi mereka yang dipindah ini yang sudah divonis," kata Yusril.

Pertimbangan lain dari pemindahan ini, kata Yusril, karena lembaga pemasyarakatan di Jawa yang masih cukup menampung dan memiliki pengamanan maksimum seperti Nusa Kambangan dan di Jawa Timur. "Padahal meskipun renovasi itu sudah rampung, tetap saja tidak cukup," kata dia.

Purwanto - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

54 Narapidana GAM Diangkut Hercules ke Jawa
Dua GAM Penyandera Ersa Ditangkap
Dua Anggota GAM Tewas Dalam Kontak Senjata
Juru Runding GAM Ajukan Kasasi
Deplu Kirim Bukti Baru ke Swedia

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data