Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Pemerintah Diminta Audit Penyelenggaraan Haji
20 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta:Dua Lembaga Swadaya Masyarakat, Monopoly Watch dan Consumer Protection, mendesak pemerintah segera mengaudit penyelenggaraan haji yang dilakukan Departemen Agama.

Mereka menilai penyelenggaraan haji selama ini dilakukan hampir tanpa pengawasan, mulai dari penentuan besarnya biaya haji, penunjukan maskapai penerbangan, perusahaan katering, dan penyedia akomodasi yang dipergunakan.

Direktur Consumer Protection, Irwan Sukatmawijaya, mengatakan audit tersebut harus dilakukan oleh tim independen. Dari hasil audit diharapkan dapat dirumuskan rekomendasi-rekomendasi yang diperlukan bagi perbaikan penyelenggaraan haji. "Dari tahun ke tahun penyelenggaraan haji kan selalu bermasalah," katanya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (20/1).

Selain itu, dia juga meminta pemerintah memfasilitasi pembentukan badan pengawas penyelenggaraan haji. Badan ini bertugas memonitor penyelenggaraan haji mulai dari penentuan ongkos haji hingga tender perusahaan pendukung penyelenggaraan haji. Anggota badan ini berasal dari organisasi Islam, asosiasi biro perjalanan haji, media massa, Departemen Agama, dan LSM. "Semuanya harus terbuka dan transparan," katanya.

Direktur Informasi Monopoly Watch, Girry Gemilang Sobar, mengatakan untuk meminimalisir potensi korupsi pelaksanaan haji biasa yang selama ini sepenuhnya dilakukan oleh Departemen Agama, sebagian dapat diserahkan ke swasta.

Secara bertahap, nantinya pemerintah tidak lagi terlibat secara teknis dalam penyelenggaraan haji. Pemerintah hanya berfungsi sebagai regulator. "Atau dibentuk badan khusus seperti tabung haji di Malaysia," katanya.

Sapto Pradityo - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Biro Haji "Nakal" Diancam Dicabut Izinnya
KORUP Haji Diperiksa Polisi Sebagai Saksi
Menteri Agama Laporkan Farid Faqih ke Polisi
Garuda Sudah Terbangkan 66 Ribu Jemaah Haji
Uni Emirat Arab Pelajari Sistem Haji Indonesia

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data