|
Nasional
Partai Keadilan Tolak Pancasila Bila Jadi Ajang Korupsi
19 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nurwahid menyatakan, partainya akan menolak Pancasila jika dasar negara ini menjadi ajang untuk berbuat korupsi. "Saya katakan bahwa pernyataan menentang Orde Baru sama dengan menentang Pancasila merupakan tipikal Orde Baru," ujarnya di hadapan kader-kader perempuan partainya, di Jakarta, Senin (19/1).
Hidayat mengemukakan hal ini menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Karya Peduli Bangsa R. Hartono. Ketua umum partai yang akan menjagokan Siti Hardiyanti Rukmana, anak mantan Presiden Soeharto, bebebarapa hari lalu pernah mengatakan, pihak-pihak yang menolak Orde Baru sama dengan menolak Pancasila.
Menurut Hidayat, pernyataan itu hanyalah upaya untuk mengaburkan masalah sehingga orang menjadi permisif dan memperbolehkan berlanjutnya praktek korupsi, politik, tidak mendengarkan rakyat, dan politik utang, seperti yang dijalankan rezim Orde Baru.
Hidayat menilai, jika para pejabat Orde Baru menghadirkan kondisi berbangsa dan bernegara yang korup, berarti mereka juga telah menyimpang dari Pancasila. "Kami katakan bahwa salah satu penyebab hadirnya reformasi karena adanya penyimpangan Pancasila," ujarnya.
Sunariah - Tempo News Room
|