Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Mahasiswa Bawa "Corruptor Award" ke MA
15 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sekitar 200 mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Institut Pertanian Bogor, UPI YAI dan Politeknik Negeri Jakarta unjuk rasa di depan gedung Mahkamah Agung, di Jalan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (15/1). Dalam aksinya, mereka membawa piala "Corruptor Award" untuk Akbar Tandjung.

Sebelumnya para mahasiswa ini berkumpul di kampus UI Salemba untuk mengadakan acara dengar pendapat untuk memilih siapa pejabat yang akan menjadi juara untuk hadiah ini. Dalam acara dengar pendapat itu pula, Akbar Tandjung terpilih sebagai juara pertama.

Menurut Rama Doni dari BEM IPB, pemilihan ini baru memilih juara pertamanya. Sedangkan dibawanya piala ke MA, menurut Rama, terkait proses kasasi atas kasus yang melibatkan Akbar Tandjung yang saat ini masih ditangan MA. "Rencananya kami akan menyerahkan piala juara satu koruptor awards ini kepada Bagir Manan," kata Rama. Mereka juga menuntut MA agar mempercepat putusan kasasi Akbar yang saat ini ditunggu-tunggu oleh masyarakat. "Putusan kasasi Akbar terkesan diambang-ambangkan," ujar Rama.

Ratusan mahasiswa ini mendatangi gedung MA menggunakan lima buah bus. Mereka juga melakukan orasi dan membentangkan sejumlah poster-poster. Di antaranya berbunyi "Gantung Politisi Hitam, Tegakan Supremasi Hukum", "Kepada seluruh politisi busuk, sadarlah jangan kau adu domba orang yang tidak mengerti", "Kalau mau hidup lebih baik jangan pilih politisi busuk jadi pemimpin", "Politisi=koruptor Akbar".

Aksi ini juga untuk memperingati peristiwa 15 Januari 1974 yang dikenal dengan peristiwa Malari. Peserta aksi sebagian besar adalah mahasiswi. Mereka melakukan aksinya dengan tertib.

Dimas - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Nurul Arifin: Korupsi Akbar Untuk Kepentingan Partai
Penundaan Putusan Terhadap Akbar Dinilai Tidak Rasional
MA Didesak Segera Keluarkan Vonis Akbar Tandjung
Akbar Tandjung Kecewa dengan Kekalahannya di Konvensi Provinsi
Akbar Tandjung Terpental di Kendari

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data