Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Presiden: Jangan Sorot Pemerintah soal Ersa
15 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Megawati Soekarnoputri menyesalkan sorotan yang dialamatkan kepada pemerintah dan aparat keamanan, terkait tewasnya wartawan RCTI, Ersa Siregar. "Itu tidak fair," kata Presiden seperti dikutip Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Tarman Azzam, usai menemui Presiden di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/1).

Seperti diketahui, wartawan RCTI itu diculik oleh Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 29 Juni 2003. Bersama Ersa, turut diculik kameramen RCTI, Ferry Santoro, dan sopirnya. Pada 29 Desember yang lalu, Ersa tewas tertembak setelah terjadi kontak senjata antara TNI dan GAM. Hingga saat ini, Ferry masih berada di tangan GAM.

Menurut Presiden, wartawan yang dikirim ke medan perang harus memahami bahwa mereka berada di daerah yang rawan. Presiden menyesalkan bahwa Ersa tewas pada saat melaksanakan tugasnya. Menurut dia, saat berada di daerah rawan, wartawan harus mengikuti prosedur seperti melapor kepada pihak keamanan.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PWI juga mengungkapkan bahwa Presiden sempat menyoroti ulah sejumlah wartawan yang gemar memelintir berita. Menurut presiden, sebaiknya diadakan kaderisasi, pendidikan atau pelatihan bagi wartawan untuk profesionalismenya.

Terkait mengenai upaya pembebasan Ferry Santoro, dalam kesempatan terpisah, Menteri Koordinator Bidang Polkam, Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, telah ada titik terang bagi upaya pembebasan tersebut. Namun, dia menolak menjelaskan lebih rinci. "Saya khawatir akan mengganggu proses yang sedang berlangsung," kata dia sesaat setelah meninggalkan sidang kabinet di gedung utama Sekertariat Negara.

Deddy Sinaga - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

GAM Kembali Sandera Delapan Penduduk Sipil
Pemerintah Tak Tentukan Deadline Pembebasan Sandera GAM
Imparsial: Gencatan Senjata Tak Pengaruhi Kedaulatan
SPR Somasi Komnas HAM soal Ersa Siregar
Panglima TNI Jamin Ferry Tetap Hidup Bila Dilepas Hidup

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data