|
Nasional
Rp 250 Miliar Dialokasikan untuk Air Bersih
14 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah melalui Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah mengalokasikan dana sekitar Rp 250 miliar untuk Subsidi Energi Air Bersih untuk tahun anggaran 2004. Sejumlah dana itu kelak disalurkan ke-392 kota atau kabupaten di seluruh provinsi.
Dirjen Tata Perkotaan dan Tata Perdesaan Departemen Pemukiman, Ir. Patana Ratetoding menyatakan, pemerintah untuk tahun 2004 ini menargetkan 1.500 desa atau kelurahan sebagai penerima bantuan. "Jumlah ini meningkat jika dibanding tahun sebelumnya yang hanya untuk 1.000 desa atau kelurahan," katanya di Jakarta, Rabu (14/1).
Patana menyatakan, dari target sekitar 1.500 desa atau kelurahan yang akan menerima bantuan, 1.250 desa atau kelurahan dananya ditanggung subsidi energi BBM, sedangkan 250 sisanya dari jalur reguler (di luar dana subsidi). Dana bantuan subsidi ini ditujukan untuk membangun infrastruktur sarana air bersih bagi masyarakat miskin, dan perkampungan nelayan.
Infrastruktur yang dibangun biasanya berupa hidran umum yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat miskin termasuk masyarakat nelayan. ?Saat ini ada dana tambahan Rp 50 miliar dari jalur reguler. Dana subsidi Rp 250 miliar itu hanya untuk 1.250 desa atau kelurahan," ujarnya. Tapi karena jumlahnya 1.500 desa atau kelurahan, lanjut dia, maka perlu dicarikan tambahan dananya.
Menurut Patana, hingga 2015 mendatang diperkirakan terdapat 90 juta penduduk yang harus dicukupi kebutuhan air bersihnya. Artinya, ujar Patana, 8 juta jiwa setiap tahun diupayakan untuk memperoleh fasilitas pelayanan air bersih. Sementara itu, dana yang tersedia setiap tahun diperuntukkan untuk satu juta penduduk. Itu baru dapat untuk mencukupi sepertujuh dari penduduk perkotaan.
Dijelaskan, untuk memenuhi target 8 juta per tahun dibutuhkan dana sekitar Rp 3 triliun. Yang bisa disediakan pemerintah hanya Rp 350 miliar. "Jadi, baru sepertujuh atau seperdelapannya dari yang dibutuhkan," ujarnya.
Langkah-langkah yang harus diambil pemerintah agar program Subsidi Energi Air Bersih optimal adalah dengan menambah jumlah bantuan subsidi di bidang air bersih dan menyelamatkan 90 persen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang tidak sehat. Pasalnya, kata dia, Indonesia memiliki cadangan air sebesar 100 m3 l/detik. "Ini bisa untuk mencukupi 100 juta jiwa," kata Patana.
Menurutnya, agar pengelolaan air bersih berlangsung efektif maka masyarakat harus dilibatkan dalam pemanfaatan dana bagi pengadaan air bersih di pedesaan atau kelurahan. Mekanisme itu mulai diterapkan tahun ini sehingga nantinya suara mereka akan diikutkan dalam pengambilan keputusan. "Jadi tidak hanya sebagai pemberi masukan saja, melainkan juga ikut dalam pengambilan keputusan," paparnya.
Danto - Tempo News Room
|