|
Nasional
Cak Nur: Pemerintah Tidak Ikhlas Berantas Korupsi
13 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta: Cendekiawan Nur Cholis Madjid atau yang akrab di sapa Cak Nur mengatakan, pemerintah tidak ikhlas memberantas korupsi. Selepas menghadiri seminar nasional di Jakarta, Selasa (13/1),
Cak Nur mengatakan, walaupun akhir-akhir ini banyak mantan pejabat yang diseret dan ditangkap, tetapi tindakan tersebut dilakukan pemerintah sebagai upaya mereka mencari kredit politik baru menghadapi pemilu mendatang.
Menurut Cak Nur, penangkapan para mantan pejabat yang terlibat korupsi bukanlah tindakan murni kesadaran pemerintah untuk memberantas korupsi, tetapi karena adanya kepentingan lain yang berhubungan dengan pemilu. Karena itu, Cak Nur mengatakan sulit untuk memberantas korupsi yang sebenar-benarnya, seperti yang diinginkan rakyat.
Masih menurut Cak Nur, tindakan untuk memberantas korupsi tidak akan efektif, kalau tindakan tersebut tidak dilanjutkan dengan tindakan substantif. Dan ini juga akan mudah terbaca dari luar. Menurut dia, Indonesia saat ini sedang mengalami situasi great lock, situasi kemacetan dimana para driver (penguasa) saling berebut dan mengancam untuk maju ke depan.
Akibatnya, kata Cak Nur, pada pemilu mendatang, para calon legislatif (caleg) yang duduk di parlemen nanti adalah caleg-caleg pilihan partai, bukan pilihan rakyat. Situasi ini terjadi karena pemilihan caleg saat ini sangat tergantung dari nomor urut yang ditentukan ketua partai, sehingga para caleg hanya sibuk berebut nomor urut tanpa memperhatikan aspirasi masyarakat yang diwakilinya.
Karena itu, kata Cak Nur, yang dibutuhkan Indonesia sekarang adalah orang-orang yang bisa memberi harapan. Itu hanya bisa diberikan oleh pemimpin otentik, yang setiap ucapan dan tindakannya sama.
Cak Nur mengatakan, pemilu 2004 adalah pertaruhan besar bangsa ini. Jika bangsa ini ingin kembali menghidupkan harapan tentang kehidupan berbangsa yang benar, maka pemilu mendatang jangan dijadikan sarana mengejar kekuasaan semata, melainkan demi cita-cita besar bangsa.
Sunariah ? Tempo News Room
|