|
Nasional
Pemerintah Harus Talangi Dana Cadangan Stok Beras Nasional
13 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta: Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) minta pemerintah untuk menyusun sistem pendanaan cadangan stok beras nasional. Karena selama ini pendanaan bukan berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), sehingga mempertinggi harga dasar beras Bulog. "Selama ini, dana pengadaan cadangan stok beras dipinjam Bulog dari bank komersial," kata Widjanarko Puspoyo, Kepala Perum Bulog, di Jakarta, Selasa (13/1). Kebijakan ini lah yang dinilai membebani Bulog, lantaran ada bunga pinjaman dengan hitungan komersial sebesar 15 persen.
Selain pembebanan bunga, penambahan kalkulasi biaya dengan semakin lamanya beras disimpan membuat harga dasar penjualan beras Bulog kepada pemerintah menjadi tinggi. Padahal, lama penyimpanan beras yang dibeli Bulog rata-rata minimal enam bulan dengan akumulasi bunga 15 persen. "Kalau saja pemerintah mau menalangi dulu dengan memasukkan anggaran cadangan stok beras nasional ke dalam APBN, biaya pengadaan tidak akan dibebani bunga. Ini sudah semestinya dilakukan pemerintah," kata Widjanarko.
Tiap tahunnya, diperlukan satu juta ton beras untuk pengadaan cadangan stok nasional. "Setara dengan Rp. 3 triliun," kata Widjanarko. Jumlah itu lah yang diminta Bulog untuk ditalangi pemerintah. Harga pokok penjualan beras juga bisa menjadi lebih rendah, bila pemerintah mensubsidi cadangan beras untuk pengadaan stok nasional. "Tinggal memilih, mau mensubsidi pembelian beras untuk stok nasional atau mensubsidi raskin," katanya lagi. Bila mensubsidi pembelian beras stok nasional pemerintah harus membayar di muka, sehingga tidak akan terkena bunga. Tapi untuk raskin, bisa dibayar belakangan karena ditalangi oleh bank terlebih dahulu.
Sebenarnya pemerintah sama-sama mengeluarkan uang. Hanya saja, uang yang dikeluarkan menjadi lebih sedikit bila pemerintah mau membayar di muka. "Tiap tahunnya, pemerintah harus menyediakan Rp. 4,8 triliun untuk mensubsidi pembelian beras bagi rakyat miskin.
Anastasya - Tempo News Room
|