Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Alex Manuputty Yakin Tidak akan Ditangkap
12 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Eksekutif Front Kedaulatan Maluku (FKM) Alexander Hermanus Manuputty menegaskan, pihak berwenang Indonesia tidak akan mungkin menangkap dirinya. "Saya tidak mungkin ditangkap," kata Manuputty ketika dihubungi Tempo News Room melalui telepon genggamnya, Senin (12/1) sore atau Minggu dinihari waktu Los Angeles (LA). Pasalnya, lanjut dia, dirinya dilindungi oleh pasal 14 Deklarasi Internasional Hak Asasi Manusia yang menyebutkan bahwa setiap orang berhak mencari suaka politik ke negara lain.

Sebelumnya, Manuputty mengakui dirinya kabur dari Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta. Dia meninggalkan Indonesia, menggunakan pesawat Garuda Indonesia, 21 November 2003, dan transit di sebuah negara yang tidak mau disebutkan. Perjalanan dilanjutkan dengan penerbangan langsung ke LA dan tiba keesokan harinya, siang waktu setempat.

Lebih lanjut Manuputty mengungkapkan, dirinya juga tidak takut dengan quiet diplomacy yang sedang dilakukan Pemerintah Indonesia untuk membawa pulang kembali dirinya. Dia menilai, sejauh ini belum ada indikasi bahwa dirinya sedang diintai oleh aparat keamanan Indonesia. "Itu hanya retorika saja," tegas dia.

Dia menambahkan, pihaknya Rabu (13/1) mendatang, akan mengirim surat ke sembilan negara yang mendukung perjuangan pihaknya dalam mengembalikan kedaulatan Republik Maluku Selatan (RMS). "Intinya kami meminta mereka membuka dialog kembali lewat PBB untuk mengembalikan kedaulatan RMS," jelas Manuputty.

Manuputty menjelaskan, pada 15 Mei 1971, kesembilan negara telah merekomendasikan masalah RMS di PBB. Mereka juga telah menginstruksikan kepada wakil Indonesia dan RMS untuk berdialog, namun gagal. RMS sendiri memproklamirkan kemerdekaannya 25 April 1950.

Selain itu, dalam suratnya, dia juga akan melampirkan Komunike Tonga, 18 Januari 2003, yang mengakui RMS sebagai wadah perjuangan rakyat Maluku Selatan. Dikatakannya pula, lampiran lainnya berupa sejumlah surat yang sudah pernah dikirimkan kepada Presiden Megawati Sukarnoputeri dan mantan Presiden Abdurrahman Wahid. "Saya belum bisa mengatakan sampai surat tersebut sudah mereka terima," kata dia, yang mengelak ketika diminta menyebutkan kesembilan negara itu.

Manuputty menerangkan, dirinya telah menyewa seorang pengacara berkewarganegaran Amerika Serikat untuk membantu dirinya mengajukan gugatan tentang pelanggaran hak asasi manusia kepada pihak Human Rights International (HRI). "Cepat atau lambat kita akan bertemu di meja perundingan HRI," tegas dia dengan bersemangat.

Dia menerangkan, setiap minggu, FKM di AS melakukan rapat mingguan. Saat ini FKM memiliki cabang di LA, New York, California, Seattle, dan Washington DC. Di luar negeri, perwakilan FKM terdapat di Jerman, Belanda, dan Australia. Pertemuan tahunan terakhir, kata Manuputty, digelar di California, Agustus 2003. "Kita tidak akan pernah menggunakan senjata," tegas Manuputty ketika ditanya kemungkinan menggunakan kekerasan untuk mewujudkan cita-citanya.

Faisal - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Indonesia Belum Kirim Tim Jemput Manuputty
Pengecekan Imigrasi Tidak Menemukan Nama Alex Manuputty
Deplu dan Kejaksaan Berkoordinasi untuk Pulangkan Manuputty
Samuel Waileruny Ditahan di LP Cipinang
Sekretaris Umum RMS Diserahkan ke Kejari Jakarta Utara

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data