Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Presiden Mengkritik Tingginya Angka Pengangguran
12 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Megawati Soekarnoputri mengkritik tingginya angka pengangguran berdasarkan perhitungan statistik tahun lalu. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), angka pengangguran 2003 mencapai 10,6 juta orang atau sejak 1997 telah terjadi lonjakan hampir 100 persen.

Presiden menilai, semestinya gerak positif yang berhasil diciptakan pemerintah dalam mengatasi kesulitan di bidang ekonomi dan keuangan memberi kesempatan kerja. "Angka pengangguran mestinya berkurang," kata Presiden saat memberikan penghargaan kecelakaan nihil dan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di Istana Negara, Jakarta, Senin (12/1).

Maka, ketika disuguhi data statistik tentang jumlah pengangguran tersebut, Presiden menilai hal itu tidak masuk akal. "Pasti ada sesuatu yang keliru atau setidaknya harus ditinjau ulang dengan kriteria atau ukuran dalam definisi dan cara menghitung pengangguran itu," kata dia.

Oleh sebab itu, Presiden juga menilai wajar munculnya kritik terhadap pemerintah yang dinilai gagal memecahkan persoalan pengangguran, apalagi menjelang Pemilihan Umum 2004. Akan tetapi, menurutnya, meskipun masalah itu adalah topik yang hangat, sebaiknya jangan sampai menimbulkan goncangan terhadap negara. "Jadi mari berpikir rasional dan objektif," ujar dia.

Menurut Presiden, masalah pengangguran bukan lagi milik pemerintah pusat dalam era otonomi daerah ini. Daerah, sebagai pemilik kekuasaan otonom yang diberikan pemerintah pusat, mestinya mempunyai data lebih akurat tentang bertambahnya atau berkurangnya pengangguran. Lebih jauh, pemerintah daerah juga mestinya sudah mempunyai data tentang permasalahan pengangguran itu.

Presiden menilai data statistik tidak selalu benar. Maka untuk akurasi, pemerintah daerah juga harus memiliki data sendiri, sehingga dapat terjadi cek dan ricek antara pemerintah pusat dan daerah.

Deddy Sinaga - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Depnaker Siapkan Penanggulangan Pengangguran Terpadu
2004, Pengangguran Semakin Besar
Angka Pengangguran Muda di Indonesia Terus Meningkat
Ribuan Buruh Bekasi Di-PHK
Ratusan Pengemis Masuk Jakarta

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data