|
Nasional
Daftar Pemilih Tetap Diselesaikan Pekan Ini
08 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta:Badan Pusat Statistik (BPS) akan menyelesaikan penghitungan daftar pemilih tetap untuk Pemilu 2004 sampai menjelang akhir pekan ini.
Jumlah pemilih berdasar data BPS terakhir, Kamis (8/1), mencapai 144.587.330 jiwa atau naik sebesar 1.503.990 pemilih dari data terakhir bulan Juli 2003, 143.083.340 jiwa.
Angka kenaikan tertinggi terjadi di Provinsi Jawa Timur yang mencapai 368.592 jiwa dari data sebelumnya, yang diperoleh dari data olah cepat BPS. Sedangkan secara umum kenaikan terjadi hampir di seluruh provinsi.
"Dari hasil olah cepat bulan Juli, pemilihnya sebanyak 25.992.782, tapi kini menjadi 26.361.374 orang," ujar Direktur Sistem Informasi Statistik BPS Agus Suherman di gedung KPU, Jakarta, Kamis.
Dengan jumlah pemilih yang mencapai 26,3 juta jiwa, Jatim menjadi provinsi yang paling banyak jumlah pemilihnya. Jika dihitung dengan penduduk di Jawa Timur yang mencapai 36.384.243 jiwa, maka persentase pemilihnya mencapai 72,45 persen.
Agus mengatakan kenaikan pemilih hampir terjadi di seluruh propinsi. Besaran angka kenaikan sangat bervariasi dengan angka terendah sekitar 20 ribu pemilih.
Kenaikan sebanyak 1,5 juta pemilih ini, menurut Agus, kemungkinan akan terus bertambah. Apalagi, masih ada enam provinsi, di antaranya Kepulauan Riau, Riau, dan Papua, yang proses perhitungannya belum selesai. Selain itu Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) penghitungannya diperkirakan baru akan selesai pada akhir Januari nanti.
Meski demikian, Agus juga mengakui kalau di beberapa provinsi jumlah pemilihnya berkurang. Seperti yang terjadi di Provinsi Papua yang pemilihnya berkurang hingga 38.313 jiwa. Terjadinya penurunan ini dikarenakan adanya duplikasi pencatatan, yaitu satu orang penduduk tercatat dua kali.
"Semisal ada caleg yang maju dari daerah pemilihan bukan di tempat domisilinya. Ia kemudian mendaftar juga di wilayah di mana ia akan dijagokan nanti. Seperti itu kan tidak bisa kita catat dua," kata dia.
Agus menjelaskan, kenaikan dan penurunan dalam perhitungan P4B ini sangat wajar karena BPS menghitung data P4B dengan sistem olah cepat hanya mendasarkan pada blok, bukan per pemilih yang tercatat dalam formulir KPU-KL.
Meskipun Jatim menempati urutan pertama dalam jumlah pemilih, namum persentase pemilih yang tertinggi di Provinsi DKI Jakarta yang mencapai 77 persen dari seluruh penduduk.
Urutan kedua diduduki oleh Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang mencapai 75,35 persen dari jumlah penduduk sebesar 3.230.896 jiwa atau 2.400.847 pemilih. Kemudian disusul oleh Jatim yang mencapai 72,45 persen dari total jumlah penduduknya.
Tingginya jumlah pemilih ini, menurut Agus, sangat mencurigakan BPS. "Idealnya, perbandingan antara pemilih dan penduduk itu pada angka 60-65 persen. Makanya kami akan teliti lagi," ujarnya.
Di DIY, banyak mahasiswa yang terdaftar sebagai pemilih di kota pelajar ini, maka persentase
pemilihnya menjadi sangat tinggi. "Tapi untuk Jawa Timur, apa memang setinggi itu (persentase pemilihnya). Makanya kami akan mengecek lagi di semua provinsi," ujarnya.
Sementara itu, angka persentase pemilih yang terendah tercatat di Provinsi Maluku dan Maluku Utara, dengan persentase 60,18 persen untuk Maluku dan 60,57 persen untuk Maluku Utara.
Purwanto - Tempo News Room
|