|
Nasional
Menko Polkam: Misi Ini Bukan Untuk Ferry Saja
08 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Koordinator Bidang Polkam Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan operasi penyelamatan korban penculikan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) tidak semata-mata untuk menyelamatkan Ferry Santoro, kamerawan RCTI yang diculik sejak enam bulan lalu.
“Masih ada puluhan (yang diculik), termasuk Ferry dan dua ibu-ibu, yang satunya sedang hamil,” kata Yudhoyono di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (8/1), usai mengikuti acara makan siang bersama Presiden Megawati Soekarnoputri dan Perdana Menteri Malaysia Abdullah Badawi.
Yudhoyono mengatakan sebetulnya ada banyak korban penculikan yang didalangi oleh GAM. Selama darurat militer tahap pertama TNI dan Polri telah membebaskan setidaknya 60 orang. “Jadi misi ini bukan untuk Ferry saja tapi untuk yang lain juga,” kata dia.
Menurut Yudhoyono, pada Rabu (7/1) tengah malam dia melakukan kontak dengan tim penyelamatan yang terdiri dari elemen PMI, Palang Merah Internasional (ICRC), TNI/Polri, dan pemerintah, yang diberangkatkan ke Aceh dua hari yang lalu itu.
Yudhoyono mengatakan upaya tim itu semakin maju. “Saya cek lagi nanti, tapi mereka berencana maju ke depan, ke Lhokseumawe. Kita berharap puluhan bisa dibebaskan,” kata dia.
Mengenai negosiasi dengan GAM, Yudhoyono mengatakan telah terjadi salah tafsir tentang arti negosiasi itu. Menurut dia, negosiasi bukan berarti dialog, namun bagaimana supaya para sandera segera bebas, tempatnya di mana, mengangkutnya bagaimana, menggunakan kendaraan darat atau helikopter, dan berapa orang yang akan dibebaskan. “Jadi mari kita bantu supaya mereka berhasil,” kata dia.
Deddy Sinaga - Tempo News Room
|