Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Walikota Ambon: Pemilu di Ambon Aman
08 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta: Menurut Walikota Ambon Jopie Papilaja, pelaksanaan pemilihan umum 2004 di Ambon akan berlangsung aman. “Pada pemilu 1999 saja dapat berjalan dengan baik apalagi kini kondisi Ambon semakin kondusif, kemarin saat perayaan lebaran dan tahun baru Ambon tetap tenang,” kata Jopie dalam jumpa pers awal tahun “Asa Untuk Bangsa” yang diselenggarakan Kemitraan di Gedung Surya, Kamis (8/1).

“Sebenarnya orang Ambon sudah hilang harapan pada pemerintah, ribuan orang meninggal, harta benda ludes serta luka hati yang menganga tidak akan pernah habis,” kata Jopie mengawali pembicaraan. Ini dibuktikan dengan ratusan ribu orang Ambon, meninggalkan kampung halaman mereka hingga 2001, sebagai ekspresi kekecewaan mereka. Orang yang masih bertahan di Ambon, disebabkan rasa pasrah, masih punya dorongan saling membunuh dan membuat gerakan politik seperti dilakukan Alex Manuputy. Dan pemerintah sepertinya tidak melihat semua itu sebagai persoalan besar. Untuk itu, Papilaja berusaha membangun kesadaran birokrasi lokal yang baik dan menumbuhkan harapan bagi rakyat Ambon.

Pembenahan birokrasi adalah dengan membuat birokrasi tidak terkotak-kotak. Dulu menurutnya pada awal 2001 pegawai Walikota jika berkumpul akan mengelompok Kristen dan Islam walaupun dalam satu ruangan. Setelah dilakukan upaya untuk saling memahami, keadaannya berbeda. Pada akhir 2001, pemerintah mulai menunjukkan pada rakyat pemerintahan semakin membaik dengan indikasi adanya proses dialog dengan publik mengenai apa yang rakyat perlukan.

Selain itu, pemerintah kota Ambon melakukan perbaikan sistem administrasi keuangan. Anggaran pemerintah pun surplus. "Hal ini menunjukkan pemerintah tidak korup," ujarnya. "Kepercayaan kepada pemerintah pun meningkat," tambahnya.

Berdasar pengalamannya membenahi kondisi Ambon, menurut Jopie, rakyat tidak butuh banyak. "Mereka hanya butuh dua hal yaitu perhatian dan harapan," katanya.

Muhamad Fasabeni - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

PPP Bantah Pembagian Stiker Langgar Aturan Kampanye
Pegawai Negeri yang Berkampanye Akan Ditindak
Sekda Serang Desak Sembilan PNS Mundur
KPU Tandatangani MoU untuk Manfaatkan Fasilitas Pendidikan
Kodam Back-up Polri dalam Pengamanan Pemilu

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data