Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

GAM: Kami Hanya Butuh ICRC dan Organisasi Wartawan
06 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta:Panglima Gerakan Aceh Merdeka Wilayah Peurelak Ishak Daud meminta pemerintah dan TNI tidak memperumit proses pembebasan kamerawan RCTI Ferry Santoro.

Menurut Ishak Daud, dirinya dan GAM hanya butuh keterlibatan International Commision Red Cross (ICRC) serta organisasi jurnalis, Internasional Federation of Journalist (IFJ) dan Aliansi Jurnalis Indepenen (AJI), dalam proses evakuasi pembebasan rekan kerja mendiang Ersa Siregar tersebut.

Permintaan itu disampaian Ishak Daud dalam perbincangan melalui telepon ke Sekretariat AJI yang diterima langsung Sekretaris Jenderal AJI Nezar Patria, Selasa (6/1) sore.

Dalam perbincangan yang berlangsung sekitar setengah jam itu, Ishak melalui salah seorang rekan wartawan di Aceh menyatakan kesiapan membebaskan Ferry secepat mungkin.

"Jadi TNI maupun pemerintah Indonesia tidak perlu memperumit perundingan untuk pembebasan Ferry. Sekali lagi kami tegaskan bahwa kami hanya butuh ICRC dan organisasi wartawan seperti IFJ dan AJI," ujar Ishak Daud seperti ditirukan Nezar kepada Tempo News Room.

Ishak Daud mempersilakan IFJ, AJI, dan ICRC, mengontak pihak GAM melalui dia guna menentukan kapan dan di mana proses penjemputan Ferry dilakukan. Sembari itu, GAM tetap meminta dilakukan gencatan senjata selama dua hari. "Setelah itu Ferry bisa dijemput dan aman," ujar Nezar menirukan ucapan Ishak Daud.

GAM memandang perlunya gencatan sejata dilakukan agar peristiwa yang menyebabkan terbunuhnya Ersa tidak terulang kembali. Ishak Daud menyangsikan Ferry bisa terhindar dari bahaya jika proses pembebasan dilakukan di tengah-tengah desingan peluru. "Kasusnya bisa kaya Ersa lagi," ujarnya.

GAM sendiri merasa Pemerintah Indonesia memperumit proses pembebasan Ersa dan Ferry. Sebab, kata Ishak Daud, TNI mempunyai punya niat menggempur kekuatan GAM dan tidak bisa memisahkan antara memberikan jalan pembebasan Ersa dan Ferry dengan nafsu menggempur GAM.

AJI sendiri, jelas Nezar, dalam posisi siap diminta turut serta dalam tim pembebasan Ferry oleh pihak mana pun. "Kami siap bekerja dengan ICRC jika dibutuhkan dan tentu saja dengan pihak lainnya," jelas Nezar.

Dalam situasi seperti ini, AJI meminta pemerintah bisa mengambil jalan paling bijak dalam upaya membebaskan Ferry. Artinya, kata dia, logika perang yang absurd harus dihentikan sejenak karena peluang dan itikad baik antara kedua belah pihak (TNI dan GAM) sudah ada.

Ecep S. Yasa - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Komnas HAM: Pemerintah Lambat Tangani Sandera GAM
Tim Negosiasi Berangkat ke Aceh Besok
Mar'ie: PMI Hanya Jadi Fasilitator
TNI Tolak Persyaratan GAM
Pemerintah Ingin PMI Berperan Utama Bebaskan Ferry

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data