|
Nasional
Komnas HAM dan AJI akan Bentuk Tim Investigasi Kematian Ersa
06 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta: Komnas HAM dan Aliansi Jurnalis Indepenen (AJI) berencana membentuk tim invenstigasi tewasnya wartawan RCTI Ersa Siregar dan pembebasan Fery Santoro. Menurut rencana, tim yang akan melibatkan berbagai kalangan prefesional secara individu itu akan dibicarakan Rabu (7/1) pagi di kantor Komnas HAM, Jalan Latuharhari Jakarta.
Ketua Umum AJI Indonesia, Edy Suprapto, menyebutkan, tim independen tersebut selain melibatkan Komnas HAM dan AJI, juga akan melibatkan unsur wartawan, dokter, dan militer. "Kita menjaga benar kredibilita dan moral masing-masing individu," ujar Edy Suprapto kepada Tempo News Room di Sekretariat AJI, Pejompongan, Selasa (6/1).
Di luar Komnas HAM dan AJI, beberapa nama yang dinominasikan masuk dalam tim invenstigasi itu adalah Maruli Tobing dan Rien Kuntaridari dari unsur wartawan, Agus Purwadi (ahli frensik dari RSCM) dari unsur dokter serta Saurip Kadi dari unsur militer. Dari AJI sendiri melibatkan Edy dan Nezar Patria, serta Zoemrotin, M. Billah, dan Hasballah dari Komnas HAM.
Menurut Edy, pembentukan tim ini diharapakan mampu menyelidiki secara sebab-sebab kematian Ersa Siregar,
selain secara konkrit mengupayakan pembebasan Fery Santoro. Hasilnya, diharapkan bisa mengeluarkan semacam fact sheet atas kematian H. Sory Ersa Siregar. "Dan tentu saja juga memberi rekomendasi," kata Edy.
Mengenai keterlibatan individu prfesional, menurut Edy, selain menjaga independensi dalam proses penyelidikan juga pertimbangan soal profesionalisme. Masing-masing individu dianggap telah menunjukkan dedikasi dan kredibilitas yang tidak diragukan dalam menjalankan tugasnya secara profesional.
"Keterlibatan militer misalnya, kita harapakan akan mampu memberikan penjelasan mengenai jenis peluru dan jarak tembakan yang mengenai korban. Tentu saja tidak hanya berdasarkan penjelasan TNI, tapi juga temuan atas fakta-fakta selama di lapangan," jelas Edy.
Pihak Komnas HAM, ujar Edy, prinsipnya sudah menyetujui pembentukan tim indepenen tersebut dan saat ini tinggal membahas nama-nama yang akan masuk dalam tim tersebut. Menurut rencara, segera setelah terbentuk tim tembut pihaknya akan datang ke Nangroe Aceh Darussalam untuk memulai pekerjaan penyelidikan dan investigasi.
Dalam dua hal itu, AJI sendiri memandang pentingnya keterlibatan dan dukungan dunia internasional. Sebab dengan itu, kedua belah pihak yang berkonflik, baik TNI maupun GAM akan mendukung upaya pembebeasan sandera maupun kerja invenstigasi.
Untuk itu, selain melakukan investigasi dan upaya pembebasan Fery Santoro, AJi juga akan melakukan rangkaian kampanye internasional. Salah satunya akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Hasan Wirayuda guna meminta pemerintah mengundang Special Rapporteur.
Di luar itu, AJI juga akan menggalang dukungan internasional melalui para diplomat yang ada di Indonesia dengan cara memberikan infomasi dan data serta fakta tentang kekerasan terhadap watawan di daerah konflik, khusunya di Nanggroe Aceh Darussalam.
Ecep S. Yasa - Tempo News Room
|