|
Nasional
Pangdam: Teknis Pembebasan Ferry Santoro Belum Diatur
06 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Banda Aceh: Panglima Kodam Iskandar Muda Mayjen TNI Endang Suwarya mengatakan, pihaknya belum mengatur teknis pembebasan kamerawan RCTI Ferry Santoro menyusul kesediaan GAM melakukan negosiasi pembebasan. Hal itu akan dibahas dalam pertemuan dengan tim negosiasi yang dipimpin Letnan Jenderal TNI Sudi Silalahi. Tim ini dijadwalkan tiba di Banda Aceh, Selasa (6/1) siang.
Endang Suwarya mengatakan, hingga Selasa (6/1) pagi, pihaknya belum mengetahui teknis pembebasan. "Kita
baru mau mengkoordinasikan dengan tim dari Jakarta hari ini bagaimana rencana teknis pembebasannya. Nanti
kita lihat siapa yang akan melakukan negosiasi dan siapa yang menjemput," ujarnya. Selain Sudi Silalahi, Ketua Palang Merah Indonesia Mar'ie Muhammad juga ikut dalam rombongan ini.
Ditanya tentang permintaan GAM agar dilakukan gencatan senjata dua hari selama pembebasan, Endang mengatakan, hal itu terserah pimpinan TNI. Namun, menurut dia, waktu gencatan senjata idealnya hanya satu hari.
"Kalau mereka (GAM) khawatir, mereka tinggal tunjuk saja di kapan dan dimana penjemputan dilakukan. Untuk
apa waktu berhari-hari. Tapi ini akan dibicarakan lebih lanjut," ujar Endang.
Menurut Endang, negoasiasi soal pembebasan Ferry Santoro dan almarhum Ersa Siregar sudah pernah
dilakukan sebelumnya. Namun, kata dia, negosiasi itu buntu karena GAM meminta tenggat waktu tujuh hari.
Juru bicara GAM wilayah Peurelak Teungku Mansyur mengatakan, pihaknya membutuhkan waktu dua hari untuk
pembebasan sandera. "Mengantarkan mereka ke satu tempat satu hari, sehari lagi untuk kami kembali ke
markas," ujarnya.
Yuswardi A. Suud - Tempo News Room
|