Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Tim Negosiasi Berangkat ke Aceh Besok
05 Januari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta:Tim negosiasi untuk membebaskan kamerawan RCTI yang disandera GAM (Gerakan Aceh Merdeka), Ferry Santoro, akan berangkat besok pagi.

Tim dari pemerintah pusat itu diketuai oleh Sekretaris Menko Polkam Sudi Silalahi dan beranggotakan tiga orang, yaitu dari Mabes TNI, Mabes Polri, dan Palang Merah Indonesia (PMI).

Tugas utama tim tersebut adalah melakukan negosiasi dengan penyandera Ferry Santoro, dua orang istri anggota TNI AU, dan saandera-sandera yang lain.

“Negosiasi pembebasan sandera akan segera kita tingkatkan. Besok, tim pusat akan berangkat untuk langsung bernegosiasi ke depan dalam rangka pembebasan sandera,” kata Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono, dalam jumpa persnya di kantornya, Senin (5/1).

Tim tersebut akan difasilitasi oleh PMI dan ICRC. “Kedua lembaga ini bekerja sama untuk memfasilitasi dan bukan bertindak membebaskan sandera atau mediator, karena itu di luar tugas dari PMI dan ICRC,” kata Yudhoyono.

Mengenai negosiasi, Yudhoyono mengatakan lamanya waktu negosiasi tergantung perkembangan di lapangan. “Lagipula, sekarang pun belum dimulai, kenapa harus dibahas hal seperti itu. Nanti membuat ramai lagi,” ujarnya. Demikian pula dengan pihak perunding dari GAM yang akan ditemui.

Dia mengharapkan agar kedua pihak mampu konsisten menjaga keterikatan aturan main yang telah dibuat untuk pembebasan itu. Yudhoyono juga mengharapkan agar kasus penyelamatan wartawan luar negeri William Nessen yang damai dapat terulang kembali.

Jika GAM meminta pamrih terhadap pembebasan ini, Yudhoyono menuturkan bahwa hal itu akan dipikirkan. “Sejauh keinginan GAM atas nama kemanusiaan,” tegasnya. Dia juga kembali berharap agar upaya ini tidak digunakan oleh GAM untuk melakukan tindakan-tindakan yang akan merugikan TNI maupun pemerintah.

D.A. Candraningrum - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Mar'ie: PMI Hanya Jadi Fasilitator
TNI Tolak Persyaratan GAM
Pemerintah Ingin PMI Berperan Utama Bebaskan Ferry
Polri Identifikasi Korban Bom Tak Dikenal
Dua Anggota GAM Ditangkap di Aceh Selatan

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data