|
Nasional
STPDN dan IIP Akan Dilebur Menjadi IPDN
05 Januari 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN) dan Institut Ilmu Pemerintahan (IIP) akan dilebur menjadi satu lembaga pendidikan kedinasan di bawah Departemen Dalam Negeri dengan nama Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
Demikian dikemukakan Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno saat memberi sambutan dalam upacara penerimaan muda praja (praja tingkat pertama) STPDN di kampus IIP Cilandak, Senin (5/1).
Peleburan STPDN dan IIP menjadi IPDN ini, menurut Hari Sabarno, secara resmi akan diputuskan melalui keputusan presiden. Namun, tambahnya, peresmian peleburan kedua lembaga ini paling tidak menunggu berakhirnya mahasiswa IIP yang masih menempuh pendidikan di IIP. "Kalau mahasiswa IIP yang terakhir sudah selesai, itu yang paling pas peresmiannya," ujarnya.
Saat ini, masih ada 243 mahasiswa IIP yang menempuh pendidikan, yang terdiri dari dua kelompok. Kelompok pertama yang masih menyusun kripsi dan kelompok kedua yang masih harus menyelesaikan kuliah satu semester lagi.
Menurut Rektor IIP Ngadisah, mahasiswa IIP yang masih skripsi ditargetkan dapat selesai dua bulan, sedangkan mahasiswa yang masih menjalani perkuliahan akan menyelesaikan kuliahnya pada akhir September.
Hari ini, sekitar 600 orang muda praja STPDN dipindahkan dari kampus STPDN Jatinangor ke kampus IIP Cilandak. Status mereka, menurut Hari, tetap muda praja STPDN. "Cuma perkuliahannya saja dipindahkan ke kampus IIP Cilandak," katanya.
Alasan pemindahan, menurut Hari, karena muda praja STPDN adalah tingkatan yang paling yunior, yang paling rawan terhadap tindakan-tindakan kekerasan yang dilakukan oleh para seniornya dari tingkat nindya praja, madya praja, dan wasana praja.
"Untuk bisa belajar tenang dan tidak ada perasaan was-was dipanggil oleh seniornya malam-malam secara sembunyi-sembunyi untuk melakukan pembinaan yang tidak pada tempatnya," kata Hari.
Keputusan pemindahan muda praja ini, menurut Hari, karena dirinya bertanggung jawab terhadap orang tua dari sekitar 1.200 muda praja tersebut. Dalam minggu ini juga ditargetkan sekitar 1.200 muda praja dari kampus STPDN Jatinangor dipindahkan ke kampus IIP Cilandak.
Disamping itu, menurut Hari, pihaknya juga akan menghidupkan kembali lembaga-lembaga pendidikan regional yang tersebar di beberapa daerah, seperti di Bukit Tinggi, Malang, dan Makasar.
"Itu akan difungsikan kembali dan menjadi bagian dari IPDN itu," ujarnya. Menurut rencana, lembaga pendidikan regional di sejumlah daerah tersebut akan digunakan untuk menempatkan praja tingkat II dan tingkat III.
Mengenai kurikulum, IPDN akan menggunakan kurikulum baru yang sudah disempurnakan di mana prestasi akademiknya sudah mencapai 65 persen. "Dulu hanya 40 persen," ujar Hari. Dengan kurikulum baru ini, tradisi-tradisi kekerasan yang dulu pernah ada di STPDN telah dihilangkan.
Ke depan, IPDN yang telah mendapat persetujuan dari Mendiknas akan menjadi lembaga pendidikan kedinasan untuk tingkat D4, Strata 1 sampai dengan Strata 2.
Seusai upacara penerimaan muda praja di kampus IIP, Mendagri yang didampingi oleh sejumlah pejabat Depdagri sempat meninjau kelilling komplek kampus IIP yang sebagian masih dalam tahap renovasi.
Di kampus IIP saat ini terdapat 19 unit asrama yang masing-masing unitnya berkapasitas 40-80 praja. Sementara gedung perkuliahannya sendiri terdiri dari 15 unit.
Dimas/Nunuy Nurhayati - Tempo News Room
|