Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

UMR Dinilai Rugikan Pekerja Berpendidikan Rendah
19 Desember 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta: Upah Minimum Regional (UMR) dinilai merugikan pekerja berpendidikan rendah. Saat ini tujuan UMR di Indonesia sudah menyimpang yang semula sebagai jaring pengaman. Namun saat ini UMR menjadi standar untuk menentukan gaji pekerja formal.

Menurut salah satu peneliti SMERU, Asep Suryahadi, pengusaha cenderung enggan merekrut tenaga kerja yang berpendidikan rendah. Alasannya mereka harus membayar upah karyawan sesuai UMR. "Pengusaha lebih condong menggunakan mesin sehingga banyak tenaga kerja yang tertolak di sektor formal," katanya di Jakarta, Jumat (19/12).

Tenaga kerja yang tertolak di sektor formal akhirnya lari ke bidang informal seperti berdagang sate dan berjualan di pinggir jalan. Pekerja sektor informal jarang bahkan tidak pernah bersinggungan dengan pemerintah. Lingkungan kerja sektor informal dianggap tidak kondusif. "Apalagi mereka tidak memiliki asuransi," kata Asep.

Hal senada dikemukakan Direktur SMERU Sudarno Sumarto. Dia menilai pekerja informal sangat dieksploitasi. "Sektor informal banyak dipengaruhi kebijakan pemerintah," katanya. Banyak pungutan liar yang diambil dari sektor ini. Tentu saja pengutan tersebut menambah masalah di pekerja tingkat bawah.

UMR tidak merugikan semua pekerja. Bagi pekerja lulusan S1, UMR dianggap menguntungkan. "Sebaiknya ada kebijakan bagi tenaga kerja yang pendidikannya rendah," tuturnya. Sudarno mengatakan harus ada perlindungan terhadap pekerja tingkat bawah.

Agriceli - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data