Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Polri Akan Minta Ijin BI Periksa Rekening 502
16 Desember 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta: Untuk memeriksa rekening 502, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) akan meminta ijin Bank Indonesia (BI). "Untuk mengetahui mekanisme, prosedur dan kemana aliran dana dari rekening itu," kata Inspektur Jenderal Polisi Suyitno Landung, Wakil Kepala Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri, di Jakarta, Selasa (16/12).

Hari ini, Mabes Polri telah memeriksa Deputi Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) bidang Bank Restructuring Unit sebagai saksi, terkait dengan dugaan penyalahgunaan rekening 502. "Pemeriksaaan para saksi didasarkan Undang Undang 20/2001," kata Suyitno. Walau hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melaporkan terjadi penyalahgunaan sebesar Rp. 20,98 triliun, Rp. 17,7 triliun diantaranya mengalir ke BI dan Rp. 3,3 triliun mengalir ke BPPN, sampai sekarang Polri belum mengetahui berapa besar nilai penyalahgunaan dari rekening 502. "Laporan BPK menjadi landasan untuk pemeriksaan ini, meski BPK sendiri belum tentu tahu benar mekanisme dan prosedur pengucuran dana dari rekening 502," kata Suyitno.

Dana dalam rekening 502 itu, kata Suyitno, seharusnya digunakan untuk penalangan bagi Bank Beku Operasi (BBO) dan Bank Beku Kegiatan Usaha (BBKU). Dalam kasus ini, mekanisme penggunaan rekening 502 BI sebagai otorisator, sementara Menteri Keuangan sebagai regulator. Tapi, dengan adanya UU BI baru, BI bertindak sebagai otorisator sekaligus sebagai regulator.

Sita Planasari A- Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

BI Setujui Pembentukan Tim Independen untuk Selidiki Kasus BLBI
Empat Tersangka BLBI Ditahan di Rutan Salemba
Kejaksaan Agung Serahkan Samadikun ke Kejati
Pihak Keluarga Jamin Tersangka Syamsul Nursalim Kembali ke Indonesia
Mantan Direktur BI Paul Sutopo Ditahan

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data