Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Polisi Berharap Dapatkan Banyak Informasi dari Dirut BNI
11 Desember 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemeriksaan atas terhadap Direktur Utama PT Bank Nasional Indonesia Tbk, Saefuddien Hasan, akan dilakukan setelah makan siang. Menurut Direktur II Ekonomi dan Khusus Badan Reserse dan Kriminal Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia, Brigadir Jenderal Polisi Samuel Ismoko, hal ini dilakukan sambil mempersiapkan materi pemeriksaan. Hal ini dikatakannya di Jakarta, Kamis (11/12) siang.

Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri Komisaris Jenderal Erwin Mapasseng, membenarkan pihaknya akan memeriksa Saefuddien hari ini, sebagai saksi dalam kasus pembobolan BNI. “Kita butuh banyak keterangan untuk mengungkap tuntas kasus BNI,” ujarnya. Pemeriksaan ini, menurut Erwin, mengenai semua hal yang diharapkan dapat mengungkap kasus ini.

Mengenai nama-nama dari 156 rekening yang berhasil diblokir terkait pengucuran dana dari L/C fiktif BNI Erwin mengatakan, yang telah terungkap antara lain John Hamenda dan Yoppie Widjaja.

Sedangkan mengenai keterlibatan partai politik Erwin mengatakan, dalam hukum pidana yang akan diperiksa adalah siapa yang menerima dan bukannya organisasi.

Tapi, Erwin menolak menyebut besarnya nilai rekening yang berhasil diblokir. “Saya tidak berani menyampaikan nilai karena penafsiran orang nanti bisa berbeda-beda,” katanya.

Nilai-nilai dari aset yang telah disita maupun rekening yang diblokir kemungkinan masih bisa berubah karena masih dalam proses pemeriksaan. Erwin menambahkan, beberapa aset yang telah disita antara lain, kantor didepan Gedung Imperium dan pabrik marmer Nusa Tenggara Timur.

Sita Planasari A - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Dirut BNI Diperiksa Mabes Polri
Yoppie Widjaja Menjadi Tersangka Kasus Pembobolan BNI
Hari Ini Tak Ada Jadwal Rapat Bahas Pansus BNI
Polisi Minta Pembobol BNI Tidak Bicara di Luar
Edy Santoso Surati dan Minta Maaf ke Wiranto

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data