|
Nasional
Indonesia Siap Produksi Obat HIV/AIDS
04 Desember 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah Indonesia siap memproduksi obat untuk mencegah pertumbuhan virus HIV/AIDS (anti retroviral). "Kimia Farma menyatakan siap memproduksi zat anti retroviral mulai tahun depan," kata Achmad Sujudi, Menteri Kesehatan, usai rapat koordinasi Menko Kesra, di Jakarta, Kamis (4/12).
Walau bahan bakunya masih impor, pemerintah menjamin harga obat nantinya jauh lebih murah dibanding anti retroviral impor. Selama ini, penderita HIV/AIDS di Indonesia masih mengkonsumsi zat anti retroviral impor. Bayangkan, harganya mencapai Rp. 3 juta per orang yang dikonsumsi per bulannya. "Jika kita produksi sendiri, harganya bisa turun hingga Rp. 400-500 ribu per orang per bulan," kata Sujudi.
Saat ini, sekitar 2000 penderita HIV/AIDS atau yang lebih dikenal dengan sebutan ODHA (orang dengan HIV/AIDS) di Indonesia harus segera diobati. Sementara, estimasi WHO menyebut 9000 orang Indonesia segera memerlukan pengobatan HIV/AIDS pada 2005. Untuk itu, pemerintah merencanakan subsidi sebesar 50 persen. "Dengan asumsi subsidi 50 persen, harga obat berkurang menjadi Rp. 200 ribuan," kata Sujudi.
D.A. Candraningrum - Tempo News Room
|