|
Nasional
Yusril Ihza Mahendra Keluhkan Gajinya Terlalu Kecil
27 November 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Yusril Ihza Mahendra, mengeluhkan hak-hak pribadinya telah dilanggar karena gajinya rendah. Seperti dikutip oleh harian Jakarta Post, hari ini (27/11) Yusril mengatakan bahwa gaji pokoknya per bulan sebesar Rp 19 juta (US$ 2,235 US) tidak sebanding dengan beban kerjanya. “Saya merasa seperti dieksploitasi. Saya tidak bahagia,” ujar Yusril.
Yusril mengatakan, dia dan beberapa staf senior menteri terkadang menggunakan uang pribadinya untuk merenovasi kerusakan penjara-penjara akibat kerusuhan antar para narapidana, walaupun biasanya pemerintah mengganti uang tersebut.
Yusril menambahkan, pemerintah memang memberi kendaraan dan rumah dinas. Namun, dia merasa sungkan apabila ada tamu istimewa yang datang karena keadaan perabot yang sudah tidak layak.
Meski keadaannnya demikian, Yusril tidak berencana untuk berhenti dari jabatannya, dia hanya merasa keberatan dengan jumlah gaji yang dirasanya tidak sesuai.”Sejujurnya saya merasa kecewa karena pemerintah menuntut terlalu banyak dari saya,” ujarnya.
AFP menuliskan telah ada beberapa usulan untuk menaikkan gaji pokok para menteri dan staf-staf senior untuk mencegah terjadinya korupsi.
AFP/Siti Masriyah - Tempo News Room
|