Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Sidang Kasus Priok Diwarnai Kericuhan
20 November 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sidang kasus Tanjung Priok dengan terdakwa Danjen Kopassus Mayjen Sriyanto Muntrasram, Kamis (20/11), di Pengadilan HAM Ad Hoc Jakarta Pusat, diwarnai kericuhan. Insiden ini berawal saat beberapa orang dari pihak Ishlah berusaha untuk menghentikan demonstrasi belasan orang yang menuntut agar Soeharto, LB Moerdani, dan Try Sutrisno diadili dalam kasus tersebut, usai sidang.

Setelah sidang usai, di depan ruangan sidang yang bertempat di lantai dua gedung itu, belasan orang tadi membentangkan spanduk yang bertuliskan ?Seret Para Jendral pelanggar HAM ke Pengadilan Rakyat?. Mereka juga membagikan lembar pernyataan mereka kepada para wartawan. Mereka menamakan diri sebagai Solidaritas Kesatuan Korban Pelanggaran HAM.

Isi tuntutan mereka adalah mengadili Soeharto, LB Moerdani, dan Try Soetrisno ke pengadilan, karena dianggap telah melakukan pelanggaran HAM berat dalam kasus Tanjung Priuk. Selain itu mereka juga menuntut agar pengadilan yang sedang berjalan memenuhi rasa keadilan bagi para keluarga korban.

Hal lain yang mereka inginkan adalah dihentikaannya intimidasi dan teror kepada keluarga korban dan saksi korban, dalam rangka upaya untuk mengagalkan proses persidangan. Yang terakhir, mereka meminta agar pengadilan mengusut tuntas serta menindak secara tegas oknum yang mendapatkan suap dan melakukan penghilangan terhadap barang bukti dalam kasus ini.

Dalam kesempatan itu, seorang yang berasal dari kelompok Ishlah berteriak-teriak memaki para pengunjuk rasa. ?Jangan ikut campur, ini bukan perkara kamu, ini perkara Tanjung Priok,? katanya. Namun, setelah itu orang tersebut dapat diamankan dan ketegangan mereda. Para demonstranpun turun ke lantai bawah. Saat itu, kelompok Ishlah yang hadir dalam persidang berjumlah sekitar lima puluh orang.

Namun, pendukung Ishlah merampas spanduk yang dibawa demonstran. Setelah itu terjadi ketegangan. Kemudian, Ishaka, korban Tanjung Priuk yang hadir sidang mendekati tempat kejadian. Tapi di sana ia justru ia disangka ingin melakukan perlawanan. Pria yang sempat tertembak saat peristiwa Priok itu sempat dipegangi dan hendak dipukuli oleh beberapa orang dari kelompok Ishlah.

Untung saja Ishaka langsung diamankan oleh kawannya. Polisi yang hadir di situ langsung turun tangan untuk mengamankan mereka. Namun, ketegangan masih tersisa sampai beberapa puluh menit kemudian. Beberapa orang dari kelompok Ishlah sempat terdengar mencari Benny Biki, saudara kandung korban Priuk, Amir Bikki.

Benny, yang ditemui di halaman depan gedung pengadilan menyesalkan kejadian itu. Benny sendiri mengaku tidak tahu persis kejadian sebenarnya. Namun ia mengira hal itu terjadi karena ekses pro-kontra warga yang setuju dengan Ishlah dan yang berbeda pendapat. ?Jangan berbeda pendapat dengan cara ngotot seperti itu, dong,? kata Benny. Ia sendiri langsung mengatakan akan melaporkan kejadian itu secara resmi.

Indra Darmawan ? Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Hakim Putuskan Sidang Sriyanto Dilanjutkan
Panglima TNI Belum Tahu Hilangnya Barang Bukti
Barang Bukti Kasus Tanjungpriok Hilang
Saksi Kasus Priok Mengaku Disiksa Saat Ditahan
Karena Islah, Saksi Tanjungpriok Cabut Keterangan di BAP.

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data