TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno didesak untuk segera melantik bupati dan wakil bupati Lebak periode 2003-2008 terpilih, H. Mulyadi Jayabaya dan H. Odih Chudori Padma. Desakan ini sampaikan Forum Komunikasi Lintas Partai-Ormas dan Lembaga Kabupaten Lebak dan Ikatan Mahasiswa Banten Selatan di Departemen dalam Negeri, Jakarta, Kamis (13/11).
Forum Komunikasi juga melayangkan surat kepada Presiden RI Megawati Soekarnoputri untuk segera melantik bupati terpilih. Tembusan surat dikirimkan ke Mendagri. Dalam surat tersebut, mereka menyatakan mendukung hasil pemilihan kepala daerah yang dilaksanakan 5 November 2003 yang lalu. Proses pemilihan sejak tahapan penyaringan hingga penetapan bakal calon pemilih, menurut mereka, sesuai prosedural.
H. Chandra Yossy, wakil panglima DPP Laskar Islam Banten, yang menyertai Ikatan Mahasiswa Banten Selatan, mengatakan, pelantikan ini harus segera dilakukan agar tidak terjadi kekosongan jabatan. "Kekosongan jabatan ini bisa mengganggu jalannya roda pemerintahan di Kabupaten Lebak," ujar Yossy.
Ormas dari Banten ini juga sempat menggelar aksi unjuk rasa dan orasi di depan gedung Departemen Dalam Negeri. Massa berjumlah sekitar 100 orang yang datang dengan dua buah bus itu sempat melakukan orasi dan menggelar berbagai macam spanduk.
Pasangan bupati dan wakil bupati terpilih tersebut batal ditetapkan oleh DPRD kabupaten Lebak karena adanya dugaan ijasah SMA bupati terpilih tersebut adalah palsu.
Kapolwil Banten Komisaris Besar Abdurachman dalam suratnya kepada Ketua DPRD Lebak, 3 November lalu, mengatakan, setelah diteliti ijazah atas nama Mulyadi Jayabaya yang dikeluarkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, memang palsu.
Dimas Adityo dan Faidil Akbar - Tempo News Room