Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

89 Pulau Kecil Terluar Indonesia Rawan Lepas
11 November 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekitar 89 pulau kecil terluar Indonesia rawan lepas jika Pemerintah Indonesia tidak memanfaatkan dan memperdayakan pulau-pulau tersebut. "Pemanfaatan pulau-pulau tersebut sangat mendesak. Kalau tidak segera diberdayakan satu persatu pulau si wilayah perbatasan akan dimiliki orang," kata Direktur Pemberdayaan Pulau-Pulau Kecil Departemen Kelautan, Alex S.W. Retraubun, Selasa (11/11).

Ke-89 pulau kecil itu, katanya, serupa dengan pulau Sipadan dan Ligitan. Untuk mengantisipasi lepasnya pulau-pulau tersebut, katanya, pemerintah perlu menarik investor dometik maupun asing untuk memberdayakan pulau-pulau tersebut. "Tapi banyak yang menganggap upaya tersebut merupakan akal-akalan Departemen Kelautan. Padahal pemanfaatan pulau-pulau tersebut sudah sangat mendesak," katanya.

Alex mengatakan, kasus lepasnya pulau Sipadan dan Ligitan ke tangan Malaysia itu terjadi karena pemerintah tidak melakukan aktivitas apapun di pulau tersebut. "Karena itu, saat ini kami berupaya memanfaatkannya," katanya. Pihaknya saat ini juga sedang mempersiapkan keputusan Keppres RI tentang pengelolaan pulau-pulau kecil terluar.

Alex, juga mengatakan bahwa tadinya banyak investor asing yang tertarik untuk berinvestasi di Indonesia, seperti Jepang dan Jerman. Tapi, banyak yang mundur karena persoalan dalam negeri, seperti soal kepastian hukum. "Karena itu sampai saat ini baru Jerman saja dan satu investor dari dalam negeri yang serius akan berinvestasi," katanya.

Data dari Departemen Kelautan menyebutkan bahwa, ke-89 pulau kecil itu tersebar antara lain di sekitar Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku Utara, Papua, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Aceh, Sumatera, Bengkulu, dan Lampung.

Putri Alfarini - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data