|
TNI Tembak Mati 10 Anggota Kelompok Separatis
05 November 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pasukan TNI yang bertugas di Wamena, Rabu (5/11), pukul 05.00 WIT berhasil menembak mati sembilan orang anggota Kelompok Separatis Bersenjata di Desa Yalengga, distrik Bolokme. Pimpinan kelompok tersebut, Yustinus Murib, ikut tewas tertembak.
Menurut Pangdam XVII/Trikora, Mayjen TNI Nurdin Zainal, kasus ini bermula dari informasi masyarakat yang menyebutkan bahwa ada sekelompok orang yang akan menyerang kota Wamena. TNI langsung melakukan operasi intelijen dan hasilnya menyebutkan bahwa memang ada sekelompok orang yang akan menyerang kota Wamena.
Sekitar pukul 05.00 WIT, pasukan TNI yang terdiri dari pasukan gabungan dibawah pimpinan Dandim 1702/Jaya Wijaya, Letkol Infanteri Gustav Agus Iriyanto, melakukan penyergapan di kampung tersebut. Ketika akan memasuki kampung, pasukan TNI disambut tembakan oleh sekelompok orang yang tidak dikenal. Terjadilah tembak menembak.
"Semula, jumlah yang diketahui tewas akibat tembak menembak itu sebanyak delapan orang tetapi setelah dilakukan penyisiran ditemukan satu lagi tewas dan satu orang dalam perjalanan ke rumah sakit juga tewas, sehingga keseluruhan yang tewas menjadi 10 orang," tambah Pangdam.
Dari peristiwa tembak menembak tersebut, juga ditemukan tiga pucuk senapan M-16 A1, satu Moser dan satu pistol jenis revolver, 523 butir amunisi M-16 A1, 49 butir amunisi SP-2, 149 butir amunisi FN-46, sangkur M-16 A1, magasen M-16 A1, magasen SS-1, satu buah mesin ketik, satu ikat anak panah, dan dokumen lainnya.
Dari sederet perlengkapan separatis di atas, dua dari tiga senapan M-16 A1 adalah senapan yang hilang akibat penyerangan dan pembobolan gudang senjata Kodim 1702/Jaya Wijaya awal April lalu. "Senjata ini diketahui dari nomor serinya yang cocok dengan data yang hilang pada peristiwa pembobolan gudang senjata," ujar Pangdam.
Lita Oetomo - Tempo News Room
|