|
Nasional
Polisi Sumtra Memperketat Penjagaan
04 November 2003
TEMPO Interaktif, Medan: Polda Sumatera Utara telah melakukan penjagaan ketat di semua pintu masuk dan titik rawan di seluruh wilayah Sumatera Utara. Ini mengantisipasi kemungkinan masuknya dua pelaku utama peledakan bom Marriott, yaitu Dr. Azahari dan Noor Din Mohamad Top, ke daerah ini. Direktur Reskrim Polda Sumatra Utara, Kombes Polisi Satria Hari Prasetya, Senin (03/11) sore, mengatakan, sumber-sumber intelijen dari Mabes Polri menunjukkan adanya indikasi tersebut.
Untuk itu, jajaran Polda Sumatra Utara telah melakukan koordinasi dengan Polda Riau untuk mengantisipasi kemungkinan masuknya kedua buronan tersebut. “Kita telah persiapkan penjagaan ketat di setiap pintu masuk pelabuhan di Sumut dan bandara," katanya.
Antisipasi serupa juga dilakukan Polda Sumatra Selatan. “Tidak ada kata dia tidak mampir ke Sumatra. Kami akan katakan mungkin saja dia ke Sumatra, apalagi dia pernah berkunjung ke wilayah Sumatra Selatan," kata Juru Bicara Polda Sumatra Selatan, Kombes Abu Sopah usai rapat dengan jajaran Polda, Senin (3/11). Salah satu agenda rapat memang membahas antisipasi pelarian kedua Azahari dan Noordin.
Sementara itu, Kapolda Jawa Barat Inspektur Jenderal Polisi Dadang Garnida, menyatakan optimis bisa mencokok dua buronan tersebut. Namun dia mengakui, hingga Senin sore, pihaknya belum berhasil menemukan lokasi pasti di mana kedua warga negara Malaysia itu bersembunyi.
B. Soed., Arif A. dan Nanang S. - Tempo News Room
|