Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

50 Persen Lebih Anggota DPR dari PDIP Akan Tersingkir
04 November 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pengurus Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyatakan lebih dari separuh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tidak akan dicalonkan kembali dalam pemilihan umum 2004 mendatang.

"Hasil sementara dari penjaringan dan penyaringan di enam Dewan Pimpinan Daerah (DPD) menunjukkan hasil seperti itu," kata Sekretaris Jenderal PDIP Soetjipto, usai rapat partai, di kantor DPP PDIP, Jakarta Selatan, Selasa (4/11) sore.

Menurut Soetjipto, tersingkirnya setengah dari 153 anggota Fraksi PDIP DPR disebabkan lemahnya komunikasi dan partisipasi kader PDIP yang bersangkutan ke daerah pemilihannya masing-masing. "Padahal dukungan daerah pemilihan ini adalah faktor penting. Kalau dia tidak dicalonkan daerah, ya tidak bisa," katanya.

Enam pengurus daerah yang sudah merampungkan proses penjaringan calon legislatif sampai saat ini adalah Banten, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Sulawesi Utara, Kalimantan Selatan, Jawa Barat dan Bengkulu. "Enam pengurus daerah lagi direncanakan rampung pekan ini," kata Soetjipto lagi.

Wakil Sekjen PDIP Pramono Anung menjelaskan bahwa seluruh proses penjaringan calon legislatif (caleg) di tingkat kabupaten dan provinsi dijadualkan selesai pada 18 Nopember 2003 mendatang. Semua nama caleg yang muncul, kata Pramono, akan dibahas kembali pada Rapat Kerja Nasional PDIP, 19 - 20 Nopember depan.

Lebih jauh, Soetjipto menjelaskan pengurus pusat partai banteng masih membahas boleh tidaknya anggota Fraksi PDIP DPR saat ini memilih daerah pemilihan yang berbeda dibanding daerah pemilihannya pada Pemilu 1999 lalu. "Nanti dibicarakan di rapat kerja nasional," katanya.

September lalu, PDIP mengumumkan mekanisme baru penentuan daftar caleg. Selain dukungan kuat dari daerah pemilihan masing-masing, kriteria yang akan menentukan adalah nilai bobot calon legislatif, yang meliputi latar belakang pengalaman, pendidikan, keahlian dan lamanya menjadi kader partai.

Wahyu Dhyatmika - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Soetjipto: Eksodus Kader Tidak Mengkhawatirkan
Pimpinan PDIP Kembali Pecat Dua Kader
Anggota DPRD PDIP Sumsel yang Dipecat, Bersyukur
Belasan Anggota PDIP di DPRD Sumatera Selatan Dipecat
Nazaruddin Kiemas Diprotes

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data